LM Alif Pratama, - and Niken Wahyuning Retno Mumpuni, - (2025) Analisis Pengaturan Pajak Karbon di Indonesia Ditinjau dari Prinsip Pencemar Membayar (Polluter Pays Principle): Studi Komparatif dengan Negara Singapura. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (650kB)
Abstrak_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (162kB)
Bab 1_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (267kB)
Bab 2 _ 212302007 _ LM Alif Pratama.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
Bab 3_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (44kB)
Bab 4_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (230kB)
Bab 5_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (90kB)
Daftar Pustaka_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (158kB)
Lampiran_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212302007_LM Alif Pratama_Hukum.pdf
Download (202kB)
Abstract
Penerapan pajak karbon menjadi strategi penting dalam upaya pengendalian emisi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060. Komparasi antaraIndonesia dan Singapura menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural dalam implementasinya. Singapura, sebagai negaraASEAN pertama yang menerapkan pajak karbon, menawarkan model kebijakanyang lebih terstruktur dan efektif, terutama dalam mekanisme penentuan hargaemisi melalui sistem perdagangan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Indonesia dalam penerapan pajak karbon, sertamengidentifikasi tantangan dan strategi penguatan regulatif, kelembagaan, dankultural. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif denganpendekatan perbandingan dan konseptual terhadap kebijakan pajak karbon di keduanegara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia perlu memperkuat kerangkaregulasi, sistem pengawasan, serta transparansi pelaporan dan penegakan hukum. Kurangnya kesadaran publik dan partisipasi industri menjadi hambatan besar dalam efektivitas kebijakan ini. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnyareformasi menyeluruh, termasuk harmonisasi hukum perdata, pidana, dan administratif dalam pertanggungjawaban pencemaran lingkungan. Edukasi publik
dan penguatan prinsip “polluter pays principle” (PPP) juga diperlukan untuk memastikan bahwa pajak karbon bukan sekadar norma hukum, tetapi instrumen nyata dalam mewujudkan keadilan ekologis dan pembangunan berkelanjutan sesuai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts, Social Sciences, and Economy > School of Law |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:17 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:17 |
| URI: | https:///id/eprint/6916 |
