Neneng Ida N, - and Duwie Sulistyorini, - (2009) KEJADIAN LASERASI PERINEUM IBU BERSALIN OLEH BIDAN DI KECAMATAN BAWANG TAHUN 2009. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_Neneng Ida N_1307572_full-1-12.pdf
Download (49kB)
Abstrak_Neneng Ida N_1307572_full-3-4.pdf
Download (28kB)
BAB 1_Neneng Ida N_1307572_full-13-20.pdf
Download (24kB)
BAB 2_Neneng Ida N_1307572_full-21-43.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
BAB 3_Neneng Ida N_1307572_full-44-54.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (70kB)
BAB 4_Neneng Ida N_1307572_full-55-66.pdf
Download (45kB)
BAB 5_Neneng Ida N_1307572_full-67-69.pdf
Download (10kB)
Dapus_Neneng Ida N_1307572_full-70-71.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9kB)
Lampiran_Neneng Ida N_1307572_full-72-86.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
Abstract
Latar Belakang : Laserasi perineum ibu bersalin sering menimbulkan bahaya dan komplikasi, maka dibutuhkan teknik melahirkan yang tepat dan terampil dari penolong persalinan. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor penyebab, penatalaksanaan pertolongan persalinan, hubungan antara bidan pra dan pasca pelatihan APN dengan kejadian laserasi perineum dan perbedaan derajat kasus laserasi perineum ibu bersalin. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasinya adalah seluruh bidan di kecamatan Bawang sejumlah 30 orang. Sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 26 orang. Uji statistik dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank , uji kekuatan hubungan dengan Kontingen Koefisiensi dan uji beda Mann Whitney U - Test. Hasil Penelitian : Laserasi perineum sebagian besar disebabkan karena BB janin > 3500 gram sebanyak 24 kasus ( 58.53 % ) dan gravida I sebanyak 22 kasus ( 53.65 % ). Sebagian kecil lain dipengaruhi karena gravida II sebanyak 15 kasus ( 36.58 % ), karena BB janin < 3500 gram sebanyak 13 kasus ( 31.70 % ), karena gravida III sebanyak 4 kasus ( 9.75 % ), karena partus praesipitatus sebanyak 4 kasus ( 9.75 % ) dan sudut arcus pubis sempit sebanyak 1 kasus ( 2.43 % ). Hasil tabulasi silang antara penatalaksanaan pertolongan persalinan dengan kejadian laserasi perineum, menunjukkan bahwa sebagian kecil kejadian laserasi perineum sebanyak 11 kasus ( 26.19 % ) terjadi pada bidan pasca pelatihan APN yang tergolong sangat terampil, sedang sebagian besar kejadian laserasi perineum sebanyak 31 kasus ( 73.80 % ) terjadi pada bidan pra pelatihan APN yang tergolong kurang terampil. Hasil uji korelasi dengan hasil nilai p = 0.001 < 0.005 berarti Ho ditolak jadi ada hubungan bidan pra dan pasca pelatihan APN dengan kejadian laserasi perineum dengan nilai keeratan – 0.625. Hasil uji beda dengan nilai p = 0.853 > 0.05 Ho diterima sehingga tidak ada beda antara bidan pra dan pasca pelatihan APN dengan derajat kasus laserasi perineum ibu bersalin. Kesimpulan : Ada hubungan antara bidan pra dan pasca pelatihan APN dengan kejadian laserasi perineum ibu bersalin di kecamatan Bawang dengan keeratan sebesar – 0.625 dan tidak ada perbedaan antara bidan pra dan pasca pelatihan APN dengan derajat kasus laserasi perineum ibu bersalin dengan nilai p = 0.853 > 0.05.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bidan pra dan pasca pelatihan, laserasi perineum ibu bersalin |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 08:35 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 08:36 |
| URI: | https:///id/eprint/7002 |
