Muhammad Imam Samodra, - and Niken Wahyuning Retno Mumpuni, - (2025) Analisis Sita Jaminan dalam Sengketa Waris dan Penyelesaiannya (Studi Putusan Nomor 0219/PDT.G/2024/PA.KLT). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (452kB)
Abstrak_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (12kB)
Bab I_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (148kB)
Bab II_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (269kB)
Bab III_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (27kB)
Bab IV_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (174kB)
Bab V_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (9kB)
Daftar Pustaka_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (130kB)
Lampiran_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212302048_Muhammad Imam Samodra_Hukum.pdf
Download (4MB)
Abstract
Permasalahan waris yang belum terselesaikan secara hukum sering memicu sengketa antara ahli waris, terutama ketika harta peninggalan dikuasai secara sepihak. Untuk mencegah tindakan yang merugikan pihak lain, pengajuan sita jaminan (conservatoir beslag) menjadi salah satu langkah hukum preventif yang ditempuh di Pengadilan Agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasar hukum permohonan sita jaminan dalam sengketa waris serta menelaah mekanisme pelaksanaannya di lingkungan Pengadilan Agama Klaten, dengan fokus pada Putusan Nomor 0219/Pdt.G/2024/PA.Klt. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menganalisis penerapannya di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara terhadap pihak-pihak yang relevan. Pendekatan kasus digunakan untuk memahami secara mendalam putusan yang menjadi objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan sita jaminan dalam
perkara waris dapat diajukan sepanjang memenuhi unsur formil dan materil, termasuk adanya indikasi pemindahtanganan objek waris. Namun dalam studi kasus yang dianalisis, permohonan sita tidak dikabulkan karena objek warisan tidak dikuasai oleh pihak tergugat, dan dokumen kepemilikan berada di tangan penggugat. Oleh karena itu, hakim tidak melihat adanya urgensi hukum untuk mengabulkan permohonan sita tersebut. Penulis menyarankan agar para ahli waris memahami prosedur hukum sebelum mengajukan permohonan sita jaminan, serta pentingnya menyediakan bukti kuat terkait risiko peralihan objek waris. Pengadilan juga perlu menegaskan pedoman teknis yang memperjelas kriteria pengabulan permohonan sita agar tercipta kepastian hukum dan perlindungan hak bagi para pihak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts, Social Sciences, and Economy > School of Law |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:20 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:20 |
| URI: | https:///id/eprint/7006 |
