Gabriela L Felisitha, - and Niken Wahyuning Retno Mumpuni, - (2025) Analisis Yuridis Tindak Pidana Pengeroyokan Yang Menyebabkan Kematian Oleh Pelaku Anak: Studi Putusan No.1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Mme. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (501kB)
ABSTRAK_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (219kB)
BAB 1_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (311kB)
BAB 2_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
BAB 3_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (281kB)
BAB 4_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (356kB)
BAB 5_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (201kB)
DAFTAR PUSTAKA_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (225kB)
LAMPIRAN_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
PLAGIARISME_212302056_Gabriela L Felisitha_Hukum.pdf
Download (5MB)
Abstract
Anak sebagai individu yang sedang berada dalam masa tumbuh kembang memiliki hak atas perlindungan hukum, termasuk ketika berhadapan dengan sistem peradilan pidana. Namun, keterlibatan anak sebagai pelaku tindak pidana menimbulkan
persoalan khusus, seperti yang terjadi dalam Putusan No. 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Mme terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Penelitian ini memfokuskan pada pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan dan sejauh mana asas keadilan restoratif diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif
dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Studi ini menganalisis Putusan No. 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Mme dengan menelaah norma positif yang relevan serta data yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim lebih menitikberatkan pada pembuktian unsur tindak pidana sesuai Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tanpa mengoptimalkan pendekatan keadilan restoratif. Meskipun faktor usia dan perdamaian diperhitungkan, proses diversi tidak dijalankan secara menyeluruh, sehingga pemidanaan anak belum mencerminkan prinsip pemulihan yang diamanatkan UU SPPA.Penegak hukum perlu memperkuat pendekatan rehabilitatif dengan memanfaatkan litmas dan analisis psikososial secara optimal, serta mengedepankan sanksi non-pemenjaraan. Penerapan keadilan restoratif harus diinternalisasi melalui diversi dan mediasi penal dengan dukungan kolaborasi lintas lembaga dan infrastruktur hukum yang memadai.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts, Social Sciences, and Economy > School of Law |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 08:07 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 08:07 |
| URI: | https:///id/eprint/7012 |
