Vynky, - and Muhammad Zaki Mubarrak, - (2025) Analisis Putusan Nomor 23/pid.sus-anak/2024/PN Smn Terkait Pemidanaan Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika Berdasarkan Restorative Justice. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (589kB)
Abstrak_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (210kB)
BAB I_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (313kB)
BAB II_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
BAB III_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (220kB)
BAB IV_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (385kB)
BAB V_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (210kB)
Daftar Pustaka_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Download (200kB)
Lampiran_212302066_Vynky_Hukum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212302066_VYNKY_HUKUM.pdf
Download (6MB)
Abstract
Penelitian ini membahas permasalahan pemidanaan terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika, dengan fokus pada analisis Putusan Nomor 23/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Smn. Kasus ini menjadi penting karena melibatkan anak sebagai pengedar narkotika, yang menimbulkan dilema antara penerapan sanksi pidana dan perlindungan hukum anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hakim dalam menjatuhkan putusan serta penerapan prinsip restorative justice terhadap anak sebagai pelaku dalam kasus tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, dengan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan hasil penelitian terdahulu. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan didasarkan pada faktor yuridis dan non-yuridis. Dalam Putusan Nomor 23/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Smn, hakim mempertimbangkan keterlibatan aktif anak dalam jaringan peredaran narkotika, bukti-bukti yang sah, serta latar belakang sosial anak. Meskipun prinsip restorative justice telah diakomodasi dalam sistem peradilan pidana anak, implementasinya masih belum maksimal, sehingga putusan
yang dijatuhkan tetap berupa pidana penjara dengan pertimbangan untuk memberikan efek jera dan perlindungan bagi masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar penerapan restorative justice dalam perkara anak perlu diperkuat secara konsisten, serta adanya sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga rehabilitasi dalam menangani anak pelaku tindak pidana narkotika. Selain itu, penting dilakukan sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan bagi aparat peradilan agar pemidanaan terhadap anak tidak semata-mata berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan dan reintegrasi sosial anak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts, Social Sciences, and Economy > School of Law |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 03:15 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 03:15 |
| URI: | https:///id/eprint/7024 |
