Shalma Aisya Putri, - and Laili Rahmatul Ilmi, - (2022) Kelengkapan Kode Diagnosis Kasus Bedah Pada Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Gamping 1. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (575kB)
Abstrak_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (90kB)
Bab 1_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (84kB)
Bab 2_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (121kB)
Bab 3_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (77kB)
Bab 4_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (120kB)
Bab 5_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (86kB)
Daftar Pustaka_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (135kB)
Lampiran_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_191204093_Shalma Aisya Putri_RMIK.pdf
Download (34kB)
Abstract
Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan, dari 15 kasus bedah di Puskesmas Gamping 1 periode triwulan 4 tahun 2021 masih ditemukan adanya ketidaklengkapan dalam penulisan kode diagnosis bedah sebanyak 6 kasus. Kelengkapan dan ketepatan kode diagnosis dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan besaran biaya tagihan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan dalam pengambilan keputusan yang benar.
Tujuan Penelitian: Mengetahui kelengkapan kode diagnosis pada rekam medis elektronik pasien kasus bedah di Puskesmas Gamping 1
Metode Penelitian: Menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode penelitiannya menggunakan cara observasi dengan pendekatan potong silang. Data yang digunakan adalah sumber data sekunder yaitu rekam medis
elektronik pasien kasus bedah di Puskesmas Gamping 1
Hasil Penelitian: Presentase kelengkapan kode diagnosis ICD-10 pada kasus bedah sebesar 49% sedangkan ketidaklengkapan kode diagnosis sebesar 47%. Hal tersebut dikarenakan pengisian kode diagnosis dilakukan oleh dokter/perawat yang
menangani pasien sehingga pengisian kode karakter keempat dan kelima tidak dilengkapi.
Kesimpulan: Kelengkapan kode ICD-10 pada rekam medis elektronik pasien kasus bedah di Puskesmas Gamping 1 masih kurang lengkap, dikarenakan dokter yang mengisikan kode diagnosis kepada pasien dan petugas rekam medis yang berlatar belakang D3 Rekam Medis tidak mengecek ulang kode yang telah diberikan dokter di rekam medis elektronik pasien
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kode Diagnosis, Kasus Bedah, Rekam Medis Elektronik |
Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
Depositing User: | Mrs Tiara DP |
Date Deposited: | 30 Jan 2024 07:14 |
Last Modified: | 30 Jan 2024 07:14 |
URI: | https:///id/eprint/1633 |