Refsy Mariska, - and Dewi Utari, - (2025) Perbedaan Adaptasi Psikologis Pada Remaja Dengan keluarga Broken Home Dan Tidak Broken Home. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (453kB)
Abstrak_212201028_Refsy Mariska_212201028.pdf
Download (12kB)
Bab 1_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (76kB)
Bab 2_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
Bab 3_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (114kB)
Bab 4_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (366kB)
Bab 5_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (72kB)
Daftar Pustaka_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (78kB)
Lampiran_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Plagiarisme_212201028_Refsy Mariska_Keperawatan.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Broken home adalah suatu keadaan dimana suatu keluarga tidak harmonis dan tidak berfungsi sebagai keluarga yang aman, tenteram dan bahagia, sehingga sering timbul pertengkaran dan konflik yang pada akhirnya berujung pada pertengkaran dan perceraian yang berdampak buruk bagi anak. Broken home ini akan berdampak pada kesehatan mental anak seperti kesulitan bergaul, bentuk cinta yang kurang, gangguan mental, membenci orang tua, kecemasan yang sangat
tinggi, pemberontakan, dan mengasihani diri sendiri. Anak akan sangat kehilangan orang tua mereka dalam situasi seperti itu karena orang tua mereka sangat penting bagi mereka
Tujuan: Mengetahui gambaran perbedaan adaptasi psikologis pada remaja dengan keluarga broken home dan tidak broken home.
Metode: Penelitian ini termasuk dalam tipe kuantitatif kompratif. Teknik pengam bilan sampel yaitu menggunakan qouta sampling dengan jumlah 110 responden. Alat yang digunakan adalah kuesioner Positivity Scale Versi Indonesia (PSIV). Analisis data yang digunakan adalah uji analisis kompratif dan uji independent sampel T-test.
Hasil: Mayoritas responden yang mengalami broken home 37,3 % dan yang tidak broken home 62,7%. Skor adaptasi psikologis remaja broken home 27,61±5,431 dan yang tidak broken home 30,81±3,327. Hasil signifikansi atau p value uji T 0,0
01 dan nilai T sebesar -3414.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan mean pada adaptasi psikologis remaja broken home dan tidak broken home. Nilai beda mean antar dua kelompok yaitu adaptasi psikologis remaja dengan broken home kecil -3,414 dibandingkan dengan remaja tidak broken home.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adaptasi psikologis, Broken home, Remaja |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 06:19 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 06:20 |
| URI: | https:///id/eprint/3885 |
