Fira Miranda, - and Yuni Andriani, - (2025) Analisis Skrining Kelengkapan Resep pada Aspek Administratif, Farmasetik, dan Klinis di Apotek "X" Umbulharjo, Yogyakarta. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (755kB)
Abstrak_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (581kB)
Bab 1_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (664kB)
Bab 2_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (776kB)
Bab 3_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (800kB)
Bab 4_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (717kB)
Bab 5_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (640kB)
Daftar Pustaka_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (527kB)
Lampiran_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Plagiarisme_212205038_Fira Miranda_Farmasi.pdf
Download (8MB)
Abstract
Latar Belakang: Medication error adalah kejadian yang tidak diinginkan dalam proses pengobatan yang dapat membahayakan pasien, dengan dampak yang bervariasi mulai dari efek samping hingga kematian. Kejadian medication error 53% terjadi pada tahap peresepan. Skrining resep pada aspek administratif, farmasetik, dan klinis penting dilakukan untuk mencegah kejadian tersebut.
Tujuan Penelian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan resep di Apotek “X” Umbulharjo, Yogyakarta berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari resep di Apotek “X” Umbulharjo pada periode Januari-Desember 2024 sejumlah 394 resep. Analisis skrining resep dilakukan dengan mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016 dan drugs.com. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat.
Hasil Penelitian: Karakteristik pasien yang mengunjungi Apotek "X" Umbulharjo, Yogyakarta, selama bulan Januari-Desember 2024 menunjukkan mayoritas adalah perempuan, sejumlah 239 pasien (60,7%). Golongan obat yang paling sering diresepkan adalah kortikosteroid dengan jumlah 175 penggunaan obat (16,4%). Komponen resep pada aspek administratif yang tidak lengkap yaitu terdapat umur pasien 96 resep (24,4%), dan berat badan pasien 7 resep (1,8%). Aspek farmasetik yang tidak lengkap terdapat bentuk sediaan 176 resep (44,7%) dan kekuatan sediaan 214 (54,3%), serta pada aspek klinis yang tidak lengkap terdapat dosis obat 360
resep (91,4%), aturan dan cara penggunaan obat 69 resep (17%), dan terjadi interaksi obat 32 resep (8,1%).
Kesimpulan: Analisis skrining resep menunjukkan bahwa beberapa komponen masih belum lengkap seperti umur dan berat badan pasien dalam persyaratan administratif, bentuk dan kekuatan sediaan dalam persyaratan farmasetik, dan dosis, serta aturan dan cara penggunaan obat, serta terdeteksi potensi interaksi obat. dalam persyaratan klinis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:13 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 02:13 |
| URI: | https:///id/eprint/4273 |
