Nita Kristina, - and Elyn Arlinda, - and Dwi Eni Danarsih, - (2025) GAMBARAN GAYA HIDUP PENDONOR DARAH YANG MENGALAMI GAGAL SELEKSI AKIBAT HIPERTENSI DI PMI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2025. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (710kB)
Abstrak_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (280kB)
Bab 1_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (346kB)
Bab 2_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
Bab 3_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (396kB)
Bab 4_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (406kB)
Bab 5_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (311kB)
Daftar Pustaka_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (273kB)
Lampiran_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_221206005_Nita Kristina_TBD.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang : Donor darah merupakan kegiatan sukarela yang penting dalam upaya penyelamatan nyawa. Namun, tidak semua calon pendonor dapat lolos seleksi, salah satunya karena hipertensi. Hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, tingkat aktivitas fisik, konsumsi garam, alkohol, tingkatstres, dan indeks massa tubuh.
Tujuan Penelitian : Untuk menggambarkan gaya hidup pendonor darah yang mengalami gagal seleksi akibat hipertensi di PMI Kabupaten Klaten tahun 2025.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampling menggunakan metode Porposive Sampling, serta sampel dalam penelitian ini adalah pendonor darah yang mengalami gagal
seleksi akibat hipertensi sebanyak 50 responden. Pada pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner DASS, dan MET, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin lakilaki (58%) dan berusia pra-lansia (45-59 tahun) sebanyak 62 %. Responden dengan tingkat stres sedang sebesar 50%. Responden yang memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 60%. Kebiasaan merokok pada responden sebanyak 56%, konsumsi garam >5 gram perhari pada responden sebanyak 68%, konsumsi alkohol pada 20% responden, dan mayoritas memiliki IMT pada kategori overweight sebesar 28%.
Kesimpulan : Mayoritas pendonor yang mengalami gagal seleksi akibat hipertensi memiliki pola gaya hidup yang seperti tingkat stres sedang, memiliki kebiasaan merokok, konsumsi garam tinggi, aktivitas fisik rendah, dan kelebihan berat badan pada kategori overweight.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gagal Seleksi Donor, Gaya Hidup, Hipertensi. |
| Subjects: | R Medicine > RB Blood Bank Technology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 08:36 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 08:36 |
| URI: | https:///id/eprint/4371 |
