Dea Safitri, - and Francisca Romana Sri Supadmi, - (2025) ANALISIS REAKSI SAMPING PADA PENGAMBILAN DARAH BERBASIS PATIENT SAFETY DI UDD PMI KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2024. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (408kB)
Abstrak_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (12kB)
Bab 1_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (149kB)
Bab 2_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (169kB)
Bab 3_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (55kB)
Bab 4_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (40kB)
Bab 5_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (7kB)
Daftar Pustaka_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (227kB)
Lampiran_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_221206046_Dea Safitri_TBD.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Sebelum proses donor darah dilakukan, penting untuk melakukan seleksi terhadap calon pendonor. Seleksi ini bertujuan untuk menilai kesehatan pendonor sebelum mereka melakukan donasi darah untuk mengurangi reaksi samping yang akan ditimbulkan. Penting juga dilakukannya penerapan patient safety pada pelayanan darah sesuai standar penilaian akreditasi bagi unit transfusi darah untuk menghailkan produk darah yang aman.
Tujuan : Untuk Mengetahui hasil analisis reaksi samping pada pengambilan darah pendonor berbasis patient safety di UDD PMI Kabupaten Sragen Tahun 2024.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer yang mencakup jenis kelamin, usia, golongan darah, jenis pendonor, pekerjaan, jenis reaksi dan faktor penyebab serta pelaksanaan manajemen patient safety dengan menggunakan media ceklis.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan pendonor yang mengalami reaksi samping berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (60%), rentan usia 17-25 tahun (60%), golongan darah O (40%), pendonor sukarela (100%), pelajar/mahasiswa (43,3%), jenis reaksi samping paling banyak adalah pusing (36,7%) dan faktor penyebab paling banyak adalah karena rasa takut (23,3%). Pelaksanaan manajemen patient safety dalam pengambilan darah sesuai indikator patient safety yang memenuhi indikator sebanyak 22 (73,3%).
Kesimpulan : Pendonor yang paling banyak mengalami reaksi samping berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 17-25 tahun, bergolongan darah O, jenis donor sukarela, jenis pekerjaan pelajar/mahasiswa, paling banyak mengalami reaksi samping pusing dan faktor penyebabnya karena rasa takut. Untuk pelaksanaan manajemen patient safety dalam pengambilan darah memenuhi semua indikator yang ditentukan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Donor Darah, Reaksi Donor, Patient Safety |
| Subjects: | R Medicine > RB Blood Bank Technology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 04:18 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 04:18 |
| URI: | https:///id/eprint/4420 |
