Sri Purwaningsih, - and Ida Nursanti, - (2013) HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORIUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD WATES TAHUN 2011. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Sri Purwaningsih_32115003_Halaman Judul.pdf
Download (570kB)
Sri Purwaningsih_32115003_Intisari.pdf
Download (92kB)
Sri Purwaningsih_32115003_BAB I.pdf
Download (88kB)
Sri Purwaningsih_32115003_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
Sri Purwaningsih_32115003_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (120kB)
Sri Purwaningsih_32115003_BAB IV.pdf
Download (91kB)
Sri Purwaningsih_32115003_BAB V.pdf
Download (55kB)
Sri Purwaningsih_32115003_Daftar Pustaka.pdf
Download (56kB)
Sri Purwaningsih_32115003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (398kB)
Abstract
Latar Belakang : Menurut WHO ( World Health Organisation ), sebanyak 3,6 juta (3%) dari 120 juta bayi lahir mengalami Asfiksia Neonatorum dan hampir 1 juta bayi tersebut meninggal. Sebanyak 90% kematian neonatal terjadi di negara-negara berkembang. Sebab utama kematian neonatal adalah Asfiksia Neonatorum (27 %) setelah BBLR (29%) (Kosim, 2005). Tujuan penelitian : Untuk mengetahui Hubungan Antara Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum. Metode Penelitian : Survey Analitik dengan rancangan Obsevasional crossectional. Lokasi penelitian di Ruang Perinatologi RSUD Wates. Subyek penelitian adalah bayi baru lahir yang dirawat di Ruang Perinatologi tahun 2011 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Data ditelusuri melalui rekam medis dan diambil secara sekunder, kemudian dilakukan analisa Kendall,s Tau dan koefisien korelasi. Hasil : Didapatkan 326 sampel bayi baru lahir, sebagian besar bayi baru lahir adalah Bayi Berat Lahir Cukup (BBLC) sebanyak 217 bayi (66,6%). Kejadian Asfiksia pada bayi baru lahir sebagian besar adalah Asfiksia sedang sebanyak 159 bayi (48,8 %). Terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian Asfiksia Neonatorum dengan p-value = (0,013) < 0,05. Keeratan hubungan antara BBLR dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di ruang Perinatologi RSUD Wates Tahun 2011 adalah sangat rendah ditunjukkan dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,131. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian Asfiksia Neonatorum. Keeratan hubungan antara BBLR dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum adalah sangat rendah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BBLR, Asfiksia Neonatorum. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 26 Jul 2026 04:03 |
| Last Modified: | 26 Jul 2026 04:03 |
| URI: | https:///id/eprint/4538 |
