Bety Dita Sulistyowati, - and Retno Mawarti, - (2013) HUBUNGAN INTERVAL KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2011. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Bety Dita Sulistyowati_3208063_Halaman Judul.pdf
Download (503kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_Intisari.pdf
Download (95kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_BAB I.pdf
Download (152kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_BAB IV.pdf
Download (126kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_BAB V.pdf
Download (102kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_Daftar Pustaka.pdf
Download (110kB)
Bety Dita Sulistyowati_3208063_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Penyebab kematian neonatal umur 0-7 hari tertinggi adalah kelahiran prematur dan BBLR yaitu sebesar 35%. Beberapa penelitian menunjukan bahwa interval kehamilan dapat menjadi penyebab terjadinya kelahiran BBLR terutama pada interval pendek yaitu < 2 tahun atau interval panjang yaitu > 4 tahun. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan interval kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2011. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah observasional survey dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 ibu post partum yang melahirkan lebih dari satu kali. Cara pengumpulan data dengan menggunakan instrumen lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariabel dan analisis bivariabel menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p< 0,05. Nilai koefisien kontingensi 0,251 menunjukan bahwa keeratan hubungan antara interval kehamilan dengan kejadian BBLR adalah rendah. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian interval kehamilan yang berisiko terjadi BBLR sebesar 43,9% dan BBLSR sebesar 19,7 %. Interval kehamilan yang tidak berisiko mengalami BBLR sebesar 33,3% dan BBLSR sebesar 3,0%. Hasil uji analisis Chi- Square diperoleh nilai signifikasi yaitu p-value 0,035 (p< 0,05) dan nilai kontingensi koefisien sebesar 0,251 menunjukan keeratan hubungan rendah. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara interval kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2011 dengan keeratan hubungan rendah. Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengendalian terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi BBLR seperti : pernghasilan keluarga, status gizi, riwayat BBLR sebelumnya, daerah tempat tinggal. Untuk ibu-ibu yang mempersiapkan kehamilan agar memperhatikan interval kehamilan dan melakukan pemeriksaan ANC secara teratur.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Interval Kehamilan, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 25 Jul 2026 14:09 |
| Last Modified: | 25 Jul 2026 14:09 |
| URI: | https:///id/eprint/4558 |
