Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat, - and Shalahuddin Al Madury, - (2025) Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Poliklinik Kesehatan Jiwa di RSUD Wonosari. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (437kB)
Abstrak_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (108kB)
Bab 1_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (123kB)
Bab 2_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
Bab 3_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (154kB)
Bab 4_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (205kB)
Bab 5_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (81kB)
Daftar Pustaka_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (142kB)
Lampiran_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212205069_Nabiilah Salmaa Dhiyaa Hidayat_Farmasi.pdf
Download (5MB)
Abstract
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan adalah tingkat pengetahuan keluarga
sebagai pendamping utama pasien. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga yang rendah tentang penyakit dan pengobatan berkontribusi terhadap ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.
Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien rawat jalan di Poliklinik Kesehatan Jiwa RSUD Wonosari.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Populasi adalah keluarga pasien rawat jalan gangguan jiwa RSUD Wonosari, dengan melibatkan 108 sampel yang memenuhi kriteria. Instrumen meliputi kuesioner demografi, MHKS/MAKS untuk pengetahuan, dan MMAS-8 untuk kepatuhan. Analisis data dilakukan univariat (deskripsi karakteristik, pengetahuan, kepatuhan) dan bivariat (uji Chi-Square, α = 0,05) untuk menguji hubungan.
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis univariat, karakteristik responden didominasi oleh perempuan (62,96%), usia 36-45 tahun (25,93%), pendidikan SMA/sederajat (48,15%), dan bekerja (57,41%). Pengetahuan keluarga sebagian besar buruk (54,63%), sementara kepatuhan pasien dominan rendah (46,30%). Analisis bivariat (uji Chi-Square) menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan keluarga dan kepatuhan pasien (p = 0,434).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien dengan gangguan jiwa di RSUD Wonosari
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 15:38 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 15:38 |
| URI: | https:///id/eprint/4629 |
