Wulandari, - and Eva Nurinda, - (2025) Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral Dengan Luaran Klinik Pada Pasien DM Tipe 2 Di Puskesmas Mlati I. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205112_Wulandari_Farmasi .pdf
Download (704kB)
Abstrak_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (193kB)
Bab 1_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (235kB)
Bab 2_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (479kB)
Bab 3_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (273kB)
Bab 4_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (326kB)
Bab 5_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (169kB)
Daftar Pustaka_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Download (244kB)
Lampiran_212205112_Wulandari_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiasi_212205112_Wulandari_Farmasi .pdf
Download (578kB)
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis utama di
Indonesia dengan prevalensi yang meningkat dari 1,5% (2013) menjadi 2% (2018),
khususnya 8,5% pada usia >15 tahun (Riskesdas 2018). Pengendalian gula darah
membutuhkan terapi jangka panjang yang sering terhambat karena ketidakpatuhan
minum obat. Hal ini berpotensi menyebabkan komplikasi fatal seperti stroke,
penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat
antidiabetik oral dengan luaran klinik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Mlati I.
Metode Penelitian: Studi cross-sectional ini menggunakan accidental sampling.
Kepatuhan diukur dengan kuesioner MMAS 8 dan luaran klinik dari data rekam
medis. Analisis univariat mendeskripsikan karakteristik pasien, gambaran
pengobatan pasien dan gambaran kepatuhan pasien. Sedangkan analisis bivariat
dengan uji Chi-square untuk menguji hubungan kepatuhan minum obat dengan
luaran klinik pasien DM tipe 2.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden dalam rentang
usia 56-65 tahun 43,8%, jenis kelamin perempuan 79,5%, tidak bekerja 58,9%,
tingkat pendidikan SMA 34,2%, dan lama menderita DM > 5 tahun 63%. Pola
pengobatan pada pasien DM tipe 2 paling banyak diberikan terapi tunggal
antidiabetik oral 53,5% dengan obat yang paling banyak digunakan yaitu metformin
38,4%, dengan tingkat kepatuhan responden mayoritas berada pada kategori tinggi
yaitu 47,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,007, (<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan luaran
klinik pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Mlati I.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 09:01 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 09:01 |
| URI: | https:///id/eprint/4834 |
