Renita Putri, - and Rizqi Wahyu Hidayati, - (2025) Penerapan Intervensi Terapi Okupasi Menanam Untuk Menurunkan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (572kB)
Abstrak_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (292kB)
Bab 1_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (208kB)
Bab 2_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
Bab 3_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (755kB)
Bab 4_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (431kB)
Bab 5_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (486kB)
Bab 6_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (296kB)
Daftar Pustaka_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (312kB)
Lampiran_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_233203013_Renita Putri_Profesi Ners.pdf
Download (10MB)
Abstract
Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan dua gejala yaitu positif ataupun negatif. Salah satu gejala positif adalah halusinasi, dimana terdapat perbedaan persepsi yang tidak nyata. Penanganan
halusinasi salah satunya dengan terapi okupasi. Tujuan karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien halusinasi dengan penerapan evidence based nursing terapi okupasi menanam.
Metode: Desain karya ilmiah ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 responden dalam proses pengobatan di wilayah kerja puskesmas Gamping I. Pada karya ilmiah ini dilakukan intervensi selama 3 hari dan pengukuran tanda gejala halusinasi menggunakan kuesioner kuesioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) serta lembar observasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan tingkat halusinasi Ny. S dengan persentase 78,125% setelah 3 hari menjadi 3,125% begitu juga dengan Tn. R yang awalnya 81,25% menjadi 3,125%. Selain itu observasi tanda dan gejala yang dilakukan setiap pertemuan terdapat perubahan menjadi membaik. Pada Ny. S seluruh tanda dan gejala menghilang, namun Tn. R masih terdapat gejala menyendiri hal ini berkaitan erat dengan diagnosa penyebab yaitu isolasi sosial
yang tidak teratasi.
Kesimpulan: Terapi menanam menjadi alternatif pengobatan untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 07:17 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 07:17 |
| URI: | https:///id/eprint/4934 |
