Fadillah, - and Muhammad Erwan Syah, - (2025) PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (274kB)
Abstrak_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (245kB)
BAB I_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (149kB)
BAB II_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
BAB III_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (118kB)
BAB IV_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (823kB)
BAB V _212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (235kB)
Daftar Pustaka_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (175kB)
Lampiran_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Plagiarisme_212303003_Fadillah_Psikologi.pdf
Download (19MB)
Abstract
Latar Belakang: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berbeda secara siginifian dari
aspek fisik, psikis, kognitif, dan kemampuan sosialnya, sehingga memerlukan
pendampingan, perawatan, dan penerimaan diri yang khusus. Ibu harus memiliki
kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologi yang optimal dalam
mengasuh dan merawat ABK. Psychological well-being (PWB) ibu penting karena
berpengaruh dalam kondisi sehari-hari, seperti memengaruhi stres dan emosi
negatif ketika mengasuh maupun merawat ABK.
Tujuan Penelitian: Untuk melihat dinamika PWB pada ibu yang memiliki ABK.
Metode Penelitian: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Responden dalam penelitian ini ialah ibu yang memiliki ABK dengan rentang usia
anak 2-13 tahun. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Pengujian keabsahan melalui triangulasi metode dan dokumentasi.
Hasil Penelitian: Penerimaan diri dicapai melalui perjalanan emosional yang
bertahap, dipengaruhi oleh kekuatan spiritual dan dukungan sosial. Hubungan
positif terbangun dari kedekatan emosional dengan keluarga serta keterlibatan
dalam komunitas sesama orang tua ABK. Otonomi berkembang ketika ibu tetap
memegang prinsip pribadi dalam pengasuhan, meskipun rentan terganggu oleh
tekanan sosial atau kondisi harian anak. Penguasaan lingkungan tercermin dari
kemampuan mengatur rutinitas, memanfaatkan sumber daya, dan menyesuaikan
konteks hidup agar selaras dengan kebutuhan anak. Tujuan hidup berpusat pada
kesejahteraan dan kemandirian anak, menjadi sumber motivasi dan arah hidup yang
bermakna. Pertumbuhan pribadi terlihat dari peningkatan ketangguhan, empati, dan
kreativitas yang diperoleh melalui pengalaman pengasuhan. Faktor dukungan
sosial, dorongan nilai-nilai pribadi dan spritual, serta refleksi diri maupun kesediaan
untuk belajar dari pengalaman sebelumnya memengeruhi perkembangan
kesejahteraan psikologi partisipan dalam merawat anak-anaknya.Kesimpulan: Dinamika PWB pada ibu yang memiliki ABK berlangsung secara
kontekstual dan unik pada tiap partisipan, tercermin dalam penerimaan diri,
hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan
pribadi. Proses ini dipengaruhi oleh kekuatan spiritual, nilai-nilai pribadi, dukungan
sosial dari pasangan, keluarga, maupun komunitas, serta refleksi diri. Faktor-faktor
tersebut dapat memperkuat atau melemahkan PWB, sementara kondisi anak tidak
menjadi pembeda utama, melainkan keterbatasan fisik, ekonomi, dan pengetahuan
yang lebih berpengaruh terhadap pencapaian kesejahteraan psikologis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sychological well-being, ibu yang memiliki ABK, fenomenologi |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 08:03 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 08:03 |
| URI: | https:///id/eprint/4952 |
