Gilang Adi Vernanda, - and Ike Wuri Winahyu Sari, - (2025) Penerapan Intervensi Kombinasi Aromaterapi Lemon Dan Guided Imagery Dalam Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diagnosa Medis Post Operasi Open Reduction Internal Fixation Fraktur Ekstermitas Hari Ke-I Di Bangsal Bedah RSUD Sleman. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (321kB)
Abstrak_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (111kB)
BAB 1_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (112kB)
BAB 2_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
BAB 3_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (298kB)
BAB 4_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (161kB)
BAB 5_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (173kB)
BAB 6_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (84kB)
Daftar Pustaka_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (114kB)
Lampiran_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (705kB)
Plagiarisme_233203028_Gilang Adi Vernanda_Ners.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Fraktur tulang adalah salah satu cedera yang banyak terjadi dengan prevalensi secara global pada tahun 2020 mencapai 2,7% dengan 1,3 juta kasus fraktur setiap tahunnya di Indonesia. Nyeri pasca operasi adalah salah satu
dampak yang dirasakan pasien. Salah satu manajemen nyeri yang dapat dilakukan adalah manajemen nonfarmakologi melalui pemberian terapi kombinasi antara aromaterapi dengan guided imagery. Namun, manajemen nyeri ini perlu dikaji lagi karena perbedaan karateristik pasien berpengaruh pada respon setiap terapi yang diberikan.
Tujuan: Untuk mengetahui penerapan terapi kombinasi antara aromaterapi dengan guided imagery dalam menurunkan tingkat nyeri.
Metode: Studi ini merupakan laporan kasus dengan pasien laki-laki berusia 21 tahun yang didiagnosis keperawatan nyeri akut, risiko perdarahan, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik. Implementasi diberikan berupa aromaterapi dan guided imagery untuk nyeri akut. Sedangkan pada risiko perdarahan dilakukan pencegahan perdarahan, risiko infeksi diimplementasi dengan perawatan luka, serta gangguan mobilitas fisik dengan dukungan mobilitas. Selain itu, dilakukan juga pencarian jurnal terkait pemberian aromaterapi dan guided imagery untuk menurunkan nyeri post operasi.
Hasil: Pemberian aromaterapi lemon dan guided imagery efektif dalam menurunkan nyeri post operasi, dibuktikan dengan skala nyeri yang berkurang dari 8 menjadi 3. Pada diagnosis lain seluruhnya teratasi, seperti perdarahan yang
berkurang dari ±100 cc menjadi ±30 cc, tidak adanya tanda-tanda infeksi, serta mobilitas fisik dengan kekuatan otot sebelum dan sesudah implementasi yaitu 5554/5555 pada ekstremitas atas dan 4444/5555 pada ekstremitas bawah.
Kesimpulan: Pemberian terapi kombinasi antara aromaterapi dengan guided imagery efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 14:44 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 14:44 |
| URI: | https:///id/eprint/4990 |
