Nur Isma Aulia, - and Rizqi Wahyu Hidayati, - (2025) Penerapan Intervensi Terapi Okupasi Membuat Gelang Pada Ny.I Dengan Masalah Harga Diri Rendah Di Rumah Sakit Dr.Soerodjo Magelang. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf.pdf
Download (369kB)
Abstrak_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (79kB)
Bab 1_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (28kB)
Bab 2_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (446kB)
Bab 3_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (220kB)
Bab 4_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (60kB)
Bab 5_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (11kB)
Daftar Pustaka_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (138kB)
Lampiran_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (868kB)
Plagiarisme_233203081_Nur Isma Aulia_Ners.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang : Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan disorganisasi pola pikir dan masalah komunikasi. Salah satu dampak dari skizofrenia adalah harga diri rendah, yang ditandai dnegna perasaan tidak berharga,
kurangnya perawatan diri, serta interaksi sosial yang buruk. Berdasarkan data RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, kasus harga diri rendah pada pasien skizofrenia meningkat dari tahun 2021 hingga 2023. Terapi okupasi seni, seperti membuat gelang dari manik-manik, dianggap sebagai metode intervensi yang dapat membantu meningkatkan harga diri pasien.
Tujuan : Menganalisis efektivitas terapi okupasi seni dalam meningkatkan harga diri pasien skizofrenia dengan harga diri rendah di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap pasien sebelum dan sesudah intervensi. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 90 menit per sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi tanda dan gejala harga diri rendah.
Hasil : Hasil intervensi menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala harga diri rendah setelah dilakukan terapi okupasi seni. Pada hari pertama, tingkat harga diri rendah berada pada 76%, kemudian menurun menjadi 52% pada hari kedua, dan mencapai 23% pada hari ketiga. Pasien menunjukkan peningkatan dalam kontak mata, postur tubuh, serta keterlibatan dalam aktivitas. Meskipun beberapa gejala seperti rasa malu dan keputusasaan masih tersisa, secara keseluruhan terapi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan harga diri pasien.
Kesimpulan : Terapi okupasi seni, khususnya pembuatan gelang manik-manik, efektif meningkatkan harga diri pasien skizofrenia. Selain meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial, terapi ini juga membantu mekanisme kopin pasien. Oleh karena itu, terapi ini layak direkomendasikan dalam perawatan skizofrenia dengan harga diri rendah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:40 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:40 |
| URI: | https:///id/eprint/5258 |
