Gilang Setia Wardhana, - and Putri Pusvitasari, - (2025) HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN KECENDERUNGAN PERILAKU CYBER AGGRESSION PADA REMAJA DI YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (520kB)
Abstrak_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (535kB)
Bab 1_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (601kB)
Bab 2_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (634kB)
Bab 3_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (540kB)
Bab 4_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (642kB)
Bab 5_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (511kB)
Daftar Pustaka_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (558kB)
Lampiran_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (648kB)
Plagiarisme_212303053_Gilang Setia Wardhana_Psikologi.pdf
Download (570kB)
Abstract
Latar Belakang: Fenomena cyber aggression di kalangan remaja semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial. Salah satu faktor psikologis yang diyakini berperan dalam perilaku ini adalah regulasi emosi.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan kecenderungan perilaku cyber aggression pada remaja di Yogyakarta.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 204 remaja berusia 12–18 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Cyber Aggression Scale for Adolescent (CYBA) dan skala regulasi emosi berdasarkan teori Gross (2014). Uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item memiliki korelasi item-total signifikan (r > 0,30), dan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,874 (regulasi emosi) dan 0,902 (kecenderungan cyber aggression). Data tidak berdistribusi normal p= 0,000 (p < 0,05), sehingga analisis menggunakan metode non-parametrik. Uji linearitas menunjukkan hubungan linear yang signifikan antara kedua variabel p= 0,000 (p < 0,05).
Hasil: Hasil uji Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dan cyber aggression (r = -0,622; p= 0,000).
Kesimpulan: Hipotesis diterima dengan hubungan yang kuat dan arah hubungan negatif. Semakin tinggi kemampuan regulasi emosi, semakin rendah kecenderungan remaja untuk terlibat dalam perilaku agresif di dunia maya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kecenderungan Cyber aggression, Regulasi emosi, Remaja, Yogyakarta |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 05:33 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 05:33 |
| URI: | https:///id/eprint/5378 |
