Anita Candra Sari, - and Ida Nursanti, - (2015) HUBUNGAN UMUR DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MELAHIRKAN DI RSUD WATES. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogykarta.
Judul-Daftar Isi_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (623kB)
Intisari-Abstract_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (303kB)
Bab I_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (230kB)
Bab II_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (421kB)
Bab III_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (449kB)
Bab IV_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (260kB)
Bab V_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (283kB)
Daftar Pustaka_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Download (211kB)
Lampiran_Anita Candra Sari_3211071.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Latar Belakang : Usia reproduksi optimal antara umur 20−35 tahun karena optimalnya alat reproduksi (fisik) serta psikologis. Umur mempengaruhi kemampuan dan kesiapan diri ibu dalam melewati masa nifas dan menyusui. ASI eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain serta tambahan makanan padat. ASI eksklusif merupakan upaya menurunkan angka kematian bayi yang masih tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan umur dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu yang melahirkan di RSUD Wates. Metode : Metode penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 75 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-square (α = 0,05). Hasil : Ada hubungan yang signifikan antara umur dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu yang melahirkan di RSUD Wates (p-value 0,000 ≤ 0,05) dengan keeratan hubungan sebesar 0,459 (sedang). Dari 75 responden, umur tidak berisiko (20−35 tahun) sebanyak 64 (85,3%) yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 53 (82,8%), sedangkan umur berisiko (<20 tahun dan >35 tahun) sebanyak 11 (14,7%) yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 2 (18,2%) dengan p-value 0,000 dan nilai contingency coefficient (C) 0,459 (sedang). Kesimpulan : Ibu dengan umur berisiko mempunyai kemungkinan lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif. Rekomendasi untuk ibu yang berencana hamil, seharusnya mengetahui umur yang tidak berisiko ketika melahirkan dan pemberian ASI eksklusif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | umur, ASI eksklusif, ibu melahirkan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 08:00 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 08:00 |
| URI: | https:///id/eprint/5397 |
