Angelina Gunawan, - and Rizqi Wahyu Hidayati, - (2025) Penerapan Terapi Okupasi Menanam Tanaman Dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (450kB)
Abstrak_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (209kB)
BAB 1_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (189kB)
BAB 2_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (449kB)
BAB 3_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (194kB)
BAB 4_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (492kB)
BAB 5_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (278kB)
BAB 6_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (148kB)
Daftar Pustaka_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (109kB)
Lampiran_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_243203026_Angelina Gunawan_Profesi Ners.pdf
Download (509kB)
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gejala seperti halusinasi pendengaran yang dapat mengganggu fungsi emosional dan sosial pasien. Terapi okupasi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengalihkan fokus pasien dari halusinasi menuju aktivitas yang bermakna, seperti menanam tanaman.
Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi okupasi berupa aktivitas menanam tanaman dalam membantu mengontrol halusinasi pendengaran pada seorang pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta.
Metode: Studi kasus deskriptif ini melibatkan satu pasien rawat inap dengan diagnosis skizofrenia dan halusinasi pendengaran aktif. Pasien mengikuti intervensi terapi okupasi menanam tanaman secara terstruktur selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, serta dievaluasi menggunakan lembar observasi perkembangan gejala.
Hasil: Skor gejala halusinasi menunjukkan perbaikan bertahap, yaitu dari 19 pada hari pertama, menjadi 16 pada hari kedua, dan 13 pada hari ketiga. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengikuti instruksi, menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas, serta mulai melakukan kontak mata dan
respons verbal secara lebih baik selama terapi berlangsung.
Kesimpulan: Terapi okupasi menanam tanaman selama tiga hari terbukti membantu menurunkan intensitas halusinasi pendengaran secara bertahap serta meningkatkan keterlibatan dan interaksi sosial pasien. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung nonfarmakologis dalam perawatan
pasien skizofrenia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 16:32 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 16:32 |
| URI: | https:///id/eprint/5563 |
