Hasnatya Adya Arifani, - and Arini Mifti Jayanti, - (2025) HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN RESILIENSI PADA WANITA YANG BELUM MENIKAH DI FASE QUARTER LIFE CRISIS. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (458kB)
Abstrak_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (190kB)
Bab 1_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (133kB)
Bab 2_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (160kB)
Bab 3_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (166kB)
Bab 4_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (189kB)
Bab 5_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (106kB)
Daftar Pustaka_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (197kB)
Lampiran_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_212303057_Hasnatya Adya Arifani_Psikologi.pdf
Download (6MB)
Abstract
Kondisi quarter life crisis rentan dialami wanita akibat tekanan sosial dan budaya yang tinggi di Indonesia terkait ekspektasi untuk menikah. Tekanan ini tentu akan berdampak pada resiliensi mereka. Efikasi diri dianggap sebagai faktor penting yang dapat membantu wanita yang belum menikah di fase quarter life crisis dalam meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan resiliensi pada wanita yang belum menikah di fase quarter life crisis. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 354 wanita berusia 20-30 tahun yang belum menikah dan sedang mengalami fase quarter life crisis. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling dengan metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri yang dimodifikasi dari Amalia (2021) berdasarkan teori Bandura (1997) dengan α = 0,950 , serta skala resiliensi dari Prawita dan Heryadi (2023) berdasarkan teori Connor dan Davidson (2003) dengan α = 0,951. Karena uji asumsi tidak terpenuhi, uji hipotesis dilakukan menggunakan spearman rank, diperoleh hasil p = 0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan resiliensi pada wanita yang belum menikah di fase quarter life crisis. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga resiliensi, dan sebaliknya semakin rendah tingkat efikasi diri maka akan semakin rendah pula resiliensi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | resiliensi, efikasi diri, wanita belum menikah, quarter life crisis |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:11 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:11 |
| URI: | https:///id/eprint/5794 |
