Setya Masati, - and Nur Rahmawati Sholihah, - (2025) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI SMA ISLAM 1 SLEMAN TAHUN 2024. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (412kB)
Abstrak_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (48kB)
BAB 1_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (132kB)
BAB 2_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (321kB)
BAB 3_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (209kB)
BAB 4_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (136kB)
BAB 5_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (28kB)
Daftar Pustaka_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (185kB)
Lampiran_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_222207141_Setya Masati_S1 Kebidanan Transfer.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Mayoritas remaja tidak memperhatikan asupan yang dikonsumsi, sehingga menyebabkan permasalahan gizi pada remaja. Penyakit yang dikenal sebagai defisit energi kronik terjadi Ketika seseorang tidak makan selama periode waktu bertahun tahun yang menyebabkan masalah Kesehatan. Salah satu masalah pola makan di Indonesia menyebabkan kurang enerngi kronik (KEK). Salah satu cara untuk mengatasi status gizi dengan melihat indeks massa tubuh (IMT). Hasil studi pendahuluan dilakukan di SMA Islam 1 Sleman, didapatkan 7 siswi (53,84%) siswi yang mengalami status gizi sangat kurus dan 2 siswi (15,38%) mengalami status gizi kurus serta 9 siswi (69,23%) siswi yang mengalami lingkar lengan <23,5 cm.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) di SMA Islam 1 Sleman.
Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Jumlah responden sebanyak 48 siswi dengan tekhinik total sampling. Data yang diambil adalah berat badan, tinggi badan dan lingkar lenagan siswi. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Uji analisis menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi SPSS 27.
Hasil: Analisis bivariat antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan nilai p value = 0,008 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di SMA Islam 1 Sleman. Saran: Diharapkan bagi Puskesmas dapat memberikan penyuluhan dan program kesehatan mengenai pencegahan gizi buruk.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Remaja, Indeks Massa Tubuh (IMT), Kekurangan Energi Kronik (KEK) |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 16:02 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 16:02 |
| URI: | https:///id/eprint/5891 |
