Nopitasari, - and Nendhi Wahyunia Utami, - (2025) GAMBARAN TUMBUH KEMBANG PADA BALITA STUNTING DI PUSKESMAS KARANGMOJO II KABUPATEN GUNUNG KIDUL. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Cover_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (677kB)
Abstrak_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (92kB)
Bab 1_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (110kB)
Bab 2_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
Bab 3_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (192kB)
Bab 4_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (183kB)
Bab 5_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (94kB)
Daftar Pustaka_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (179kB)
Lampiran_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Plagiarisme_212207043_Nopitasari_S1Kebidanan.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada fisik dan perkembangan kognitif anak. Meskipun prevalensinya menurun, angka stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kabupaten Gunungkidul. Puskesmas Karangmojo II menjadi salah satu wilayah dengan kasus stunting yang tinggi, sehingga penting untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang balita di wilayah tersebut.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang balita stunting dan program penanggulangannya di Puskesmas Karangmojo II.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel sebanyak 66 balita usia 0–60 bulan. Data dikumpulkan menggunakan pengukuran antropometri dan KPSP.
Hasil: Berdasarkan karakteristik responden mayoritas balita berjenis kelamin lakilaki 43 responden (65,52%), usia 36–41 bulan 13 responden (19,7%). Sebagian besar tidak mendapat ASI eksklusif 35 responden (53%) dan memiliki berat badan lahir rendah 34 responden (51,5%). Pendidikan ibu sebagian besar SMP 25 responden (37,9%) dan sebagian besar IRT 39 responden (59,1%). Sebagian besar keluarga berpendapatan di bawah UMR 63 responden (95,5%). Mayoritas mendapatkan program PMT yaitu 56 responden (84,8%). Sebagian besar sangat pendek 34 responden (51,5%). Sebagian besar responden Meragukan 45 responden (68,2%).
Kesimpulan: Sebagian besar balita stunting berasal dari keluarga berpendapatan rendah, ibu tidak bekerja, dan berpendidikan SMP. Mayoritas mengalami pertumbuhan sangat pendek dan perkembangan meragukan. Program Pemberian Makanan Tambahan telah diberikan, namun hasil menunjukkan perlunya peningkatan intervensi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Balita, Pertumbuhan Perkembangan, Stunting |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:16 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:16 |
| URI: | https:///id/eprint/5901 |
