Margaretha Shinta Putri Laksita, - and Vivian Nanny Lia Dewi, - (2016) GAMBARAN PERILAKU SEKS PADA PASANGAN USIA SUBUR PENDERITA INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS CANGKRINGAN SLEMAN. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Download (474kB)
Abstrak_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Download (179kB)
BAB I_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Download (198kB)
BAB II_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
BAB III_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
BAB IV_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Download (204kB)
BAB V_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Download (99kB)
Daftar Pustaka_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (177kB)
Lampiran_1113079_Margarettha S_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang : World Health Organization (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Di Indonesia, infeksi menular seksual yang paling banyak adalah syphilis dan gonorrhea. menghindari kehamilan dan menghindari IMS. Menurut Green perilaku dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor predisposisi antara lain faktor sosidemografi, pengetahuan dan sikap, faktor pemungkin yaitu tersedianya kondom dan faktor penguat yaitu dukungan keluarga dan petugas kesehatan. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas, Cangkringan, Sleman, jumlah penderita IMS sebanyak 69 IMS. Hasil wawancara menunjukkan 3 PUS melakukan hubungan seksual dengan pasangannya tetapi kebersihan setelah berhubungan tidak dilakukan, 2 PUS pernah berhubungan seksual tidak dengan pasangannya tetapi dilakukan sebelum menikah, 2 PUS menyatakan dalam melakukan hubungan seks dengan pasangannya saja tetapi sering minum-minuman obat penguat. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran perilaku seks pada pasangan usia subur penderita infeksi menular seksual di Puskesmas, Cangkringan, Sleman. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh PUS antara bulan Januari – Agustus 2016 dan melakukan pemeriksaan penyakit infeksi menular seksualnya yaitu sebanyak 45 PUS. Teknik sampel accidental sampling. Analisis data deskriptif prosentase Hasil : Dari hasil uji analisis, sebagian besar responden dengan perilaku seks pada pasangan usia subur penderita infeksi menular seksual sebelum hubungan seks positif (60,0%), saat hubungan seks positif (53,3%), setelah hubungan seks negatif (64,4%) dan Frekueni kujungan (42.2) Kesimpulan : Sebagian besar responden dengan perilaku seks pada pasangan usia subur penderita infeksi menular seksual positif (66,7%).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perilaku Seksual, Infeksi Menular Seksual |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 07:36 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 07:36 |
| URI: | https:///id/eprint/6015 |
