Isdian Ayu Safitri, - and Endah Puji Astuti, - (2016) GAMBARAN KOMPLIKASI YANG TERJADI PADA BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD WATES TAHUN 2015 KABUPATEN KULON PROGO. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Download (623kB)
Abstrak_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Download (283kB)
BAB I_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Download (204kB)
BAB II_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
BAB III_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
BAB IV_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Download (129kB)
BAB V_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Download (184kB)
Daftar Pustaka_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
Lampiran_1113115_Isdian Ayu Safitri_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang:BBLR adalah bayi baru lahir yang berat saat lahir kurang dari 2500 gram memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dari pada bayi yang lahir normal. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Kulon Progo 2014, Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR<2500 gram) sebanyak 377 bayi dari 5.305 kelahirn hidup atau sebesar 7,1%. Komplikasi yang menjadi penyebab utama pada BBLR dan infeksi masih utama dan terbanyak, asfiksia. Capaian penanganan neonatal dengan asfiksia menjadi 59,68% pada tahun 2014.
Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran komplikasi yang terjadi pada berat bayi lahir rendah (BBLR) di RSUD WATES tahun 2015.
Metode:Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi retrospektif. pengambilan dengan tekhnik total sampling dengan responden 225dalam penelitian ini menggunakan Analis Univariat penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu pada bulan Januari-Desember di RSUD Wates tahun 2015.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa bayi BBLR di RSUD Wates Kabupaten Kulon progo tahun 2015 didapatkan bayi BBLR dengan komplikasi asfiksia sedang sebanyak 56 (24,9%) dan bayi BBLR dengan komplikasi asfiksia berat 4 (1,8%) bayi BBLR dengan komplikasi hipotermi 225 (100%), bayi BBLR dengan komplikasi Ikterus 62 (27,6%) dan bayi dengan komplikasi lain sebanyak 102 (45,3%).
Kesimpulan: Gambaran komplikasi pada berat badan lahir rendah yaitu rata-rata didapatkan bayi BBLR tidak mengalami komplikasi seperti asfiksia, hipotermi dan ikterus, rata-rata bayi BBLR mengalami komplikasi yang lain.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komplikasi, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 06:03 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 06:03 |
| URI: | https:///id/eprint/6112 |
