Tanti Paramita, - and Vivian Nanny Lia Dewi, - (2016) GAMBARAN MP-ASI BALITA STUNTING DI DESA TEGALREJO KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Download (370kB)
Abstrak_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Download (182kB)
BAB I_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Download (117kB)
BAB II_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
BAB III_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (284kB)
BAB IV_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Download (225kB)
BAB V_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Download (99kB)
Daftar Pustaka_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
Lampiran_1113222_Tanti Paramita_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Menurut MCA-Indonesia (2009) Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting, dan prevalensi lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. WHO (2006) memperkirakan penyebab langsung kematian bayi dan anak yaitu 60% disebabkan keadaan gizi yang jelek. Stunting sangat erat kaitannya dengan pola pemberian makanan terutama pada 2 tahun pertama kehidupan, yaitu MP-ASI. Tujuan Penelitian: Diketahuinya gambaran pemberian MP-ASI balita stunting di Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 56 responden yaitu ibu balita stunting di Desa Tegalrejo, Gedangsari. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: sebagian besar balita mengalami stunting 64,3% dengan jenis kelamin perempuan (55,4%) dan berusia >1-3tahun (53,6%) yang mempunyai riwayat panjang badan lahir pendek (53,6%). Orang tua balita stunting mayoritas berpendidikan SMP (42,9%) pada ibu, jumlah pendidikan terakhir ayah sama antara SD dan SMA (33,9%) dengan mata pencaharian sebagai buruh pada ayah (71,4%) dan ibu sebagai IRT (46,4%). Diberikan MP-ASI tepat usia (73,2%), dan frekuensi pemberian baik (69,6%) dengan kuantitas makanan yang diberikan defisit (42,9%), dan kualitasnya kurang (55,6%). Kesimpulan: Kejadian balita stunting di Desa Tegalrejo, Gedangsari terjadi karena kuantitas dan kualitas MP-ASI yang diberikan tidak sesuai.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Balita, Stunting, MP-ASI |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:26 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:26 |
| URI: | https:///id/eprint/6251 |
