Tri Setiyaningsih, - and Ratih Kumoro Jati, - (2012) HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI BPS WATI SUBAGYA, DEMANGAN PRAMBANAN, SLEMAN, YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
judul_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Download (148kB)
Abstrak_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Download (39kB)
BAB I_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Download (29kB)
BAB II_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
BAB III_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
BAB IV_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Download (132kB)
BAB V_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Download (15kB)
Daftar Pustaka_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
Lampiran_1309059_Tri Setiyaningsih_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang : Prevalensi Ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di DIY sebesar 14,41%. Gizi ibu saat hamil dipengaruhi oleh keadaan ekonomi keluarga karena berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Status Ekonomi keluarga dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di BPS Wati Subagya, Demangan, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasinya adalah ibu hamil yang datang ke BPS Wati Subagya, jumlah populasi 160 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan P (signifikan < 0,05). Hasil Penelitian : Dari 30 responden 13 responden mempunyai status ekonomi keluarga lebih, 1 responden (7,7%) mengalami kejadian KEK 12 responden (92,3%) tidak mengalami kejadian KEK. Sedangkan, 17 responden dengan status ekonomi keluarga kurang, 11 responden (64,7%) mengalami kejadian KEK dan 6 responden (35,3%) tidak mengalami kejadian KEK. Hasil uji chi-square, diperoleh nilai X2 hitung sebesar 9,977 dengan sig (Pvalue) sebesar 0,002. Dengan df=1 dan taraf signifikansi (α) adalah 5% (0,05) diperoleh X2tabel sebesar 3,84146. Kesimpulan : Ada hubungan status ekonomi keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil dan keeratan hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di BPS Wati Subagya adalah cukup/sedang, diketahui dari koefisien contingency 0,500.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Status ekonomi keluarga, kejadian kekurangan energi kronisv |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:47 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:47 |
| URI: | https:///id/eprint/6346 |
