Ravicka Rahmawati, - and Dwi Yulinda, - (2025) Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Asi Pada Ibu Nifas Di Klinik Pratama Delima. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (1MB)
Abstrak_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (282kB)
BAB I_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (230kB)
BAB II_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (281kB)
BAB III_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (156kB)
BAB IV_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (214kB)
BAB V_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (129kB)
Daftar Pustaka_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (143kB)
Lampiran_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Plagiarisme_243208020_Ravicka Rahmawati_Profesi Bidan.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Masa nifas merupakan fase penting untuk keberhasilan menyusui, namun masih banyak ibu mengalami pengeluaran ASI yang sedikit akibat faktor usia, psikologis,
paritas, dan kurangnya stimulasi hormonal.Meski cakupan ASI eksklusif di DIY tergolong tinggi (75,2%), termasuk Sleman (77,8%), keluhan pengeluaran ASI rendah tetap menjadi tantangan (Dinas Kesehatan DIY, 2022; Dinkes Sleman, 2022). Hal ini menunjukkan perlunya intervensi efektif seperti pijat oksitosin untuk mengatasi hambatan pengeluaran ASI.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas di Klinik Pratama Delima.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Ny. O grandemultipara berusia 36 tahun. Intervensi pijat oksitosin dilakukan dua kali sehari selama enam hari berturut-turut, dengan durasi setiap sesi sekitar 3–5 menit. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan pencatatan volume ASI yang diperah, frekuensi menyusui, keluhan ibu, serta ekspresi bayi setelah menyusu.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia lanjut, pendidikan menengah, status sebagai ibu rumah tangga, dan paritas tinggi (grandemultipara) berkontribusi terhadap hambatan awal dalam pengeluaran ASI. Namun, setelah dilakukan intervensi pijat oksitosin secara rutin, terjadi peningkatan frekuensi menyusui dan peningkatan volume ASI perah dari 15 mL menjadi 90 mL per sesi serta bayi juga menunjukkan tanda kecukupan ASI.
Kesimpulan: Pijat oksitosin secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 14:40 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 14:40 |
| URI: | https:///id/eprint/6360 |
