Maria Vinsentia Nango Deku, - and Tyas Ning Yuni Astuti Anggraini, - (2025) Penatalaksanaan Oligohidramnion pada Ibu Hamil Primigravida Trimester 3 di Klinik Pratama Amanda. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
1. Judul_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (718kB)
2. Abstrak_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (226kB)
3. Bab 1_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (207kB)
4. Bab 2_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
5. Bab 3_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (218kB)
6. Bab 4_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (264kB)
7. Bab 5_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (140kB)
8. Daftar Pustaka_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (188kB)
9. Lampiran_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB)
10. Plagiarisme_243208034_Maria Vinsentia N. Deku_Profesi Bidan-1.pdf
Download (507kB)
Abstract
Latar Belakang : Oligohidramnion merupakan kondisi berkurangnya volume cairan amnion dengan indeks cairan amnion (AFI) ≤ 5 cm, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti gawat janin, kompresi tali pusat, dan sindrom aspirasi mekonium.
Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan faktor penyebab, penatalaksanaan, dan hasil asuhan kebidanan pada Ny. F, primigravida usia 24 tahun dengan kehamilan post-term 41 minggu di Klinik Pratama Amanda. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan metode study kasus. Pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui hasil USG dan catatan medis.
Hasil : Hasil studi menunjukkan bahwa oligohidramnion pada Ny. F disebabkan oleh kehamilan lewat waktu tanpa disertai kelainan maternal maupun fetal lainnya. Penatalaksanaan awal dilakukan dengan edukasi dan peningkatan hidrasi maternal
sebagai intervensi konservatif. Namun, tidak terjadi peningkatan signifikan pada volume cairan ketuban. Berdasarkan hasil pemantauan, Ny. F dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan tindakan Sectio Caesarea di RS PKU Gamping, dengan hasil bayi lahir hidup dan kondisi baik.
Kesimpulan : Kesimpulan menunjukkan bahwa penanganan konservatif dapat menjadi pilihan awal, namun pada kehamilan post-term memerlukan penanganan aktif. Kolaborasi antara bidan dan tenaga medis rujukan sangat penting dalam meningkatkan keselamatan ibu dan janin.
Saran : Deteksi dini dan penanganan oligohidramnion membutuhkan keterlibatan aktif ibu hamil melalui pemeriksaan ANC, peningkatan kualitas layanan klinik dengan protokol penanganan risiko tinggi, serta pemanfaatan kasus oleh mahasiswa kebidanan sebagai sarana pembelajaran aplikatif dan penguatan keterampilan klinis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 03:00 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 03:00 |
| URI: | https:///id/eprint/6406 |
