Devi Indrayati, - and Asri Hidayat, - (2012) HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2011. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Halaman Judul_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Download (177kB)
Abstrak_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Download (12kB)
BAB I_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Download (104kB)
BAB II_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
BAB III_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
BAB IV_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Download (126kB)
BAB V_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Download (10kB)
Lampiran_1309212_Devi Indrayati_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (41kB)
Abstract
Latar Belakang : Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil di suatu negara sementara itu AKB di Indonesia sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup (SDKI,2007). Penyebab kematian bayi diantaranya adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Studi pendahuluan di RSUD Panembahan Senopati Bantul menunjukan bahwa pada bulan Juli-Desember 2011 terdapat 223 kasus BBLR dari 1538 ibu melahirkan. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR, salah satunya adalah pelayanan antenatal yang tidak optimal. Tujuan : Diketahuinya hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal terhadap kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta tahun 2011. Metode Penelitian : Survei analitik, dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di Panembahan Senopati Bantul pada bulan Juli-Desember 2011 berjumlah 1046 dengan teknik pengambilan sample simple random sampling dan penentuan besar sampel dengan 10% dari populasi. Hasil : Dari 105 responden sebagian besar ibu dengan kategori kunjungan antenatal, yang tertinggi adalah ibu dengan kunjungan antenatal lengkap sebanyak 71 (67,6%) dan responden dengan kategori berat badan lahir bayi yang terbanyak adalah berat badan bayi dengan lahir normal sebanyak 67 ( 63,8%) responden. Dari analisa bivariat didapatkan hasil ada hubungan frekuensi kunjungan antenatal dengan kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2011 dengan nilai X2 hitung 25,763 dan nilai koefisien contingency sebesar 0,544 maka dapat disimpulkan terjadi hubungan yang sedang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Frekuensi kunjungan antenatal, Kejadian Berat Badan Lahir Rendah |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:42 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:42 |
| URI: | https:///id/eprint/6724 |
