Rina Ratna Sari, - and Ekawati, - (2010) HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN AMENORHEA PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DI RB AN-NISSA SURAKARTA TAHUN 2009. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Download (149kB)
Abstrak_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Download (100kB)
BAB I_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Download (164kB)
BAB II_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
BAB III_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
BAB IV_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Download (201kB)
BAB V_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Download (153kB)
Daftar Pustaka_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (115kB)
Lampiran_1306076_Rina Ratna Sari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
Abstract
Latar belakang : Berdasarkan SDKI 2007, pemakaian metode kontrasepsi MOW 2,1 %, MOP 0,3 %, pil 18 %, IUD 4 %, kontrasepsi suntik 34 %, implant 6 %, kondom 1 %, dan MAL 0,5 %. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa KB suntik menduduki peringkat teratas dalam hal keefektifan mencegah kehamilan (BKKBN, 2008). Kelainan haid merupakan sebab utama dari penghentian kontrasepsi suntikan (Hartanto, 2004:165). Sampai 25% akseptor KB DMPA berhenti pada tahun pertama akibat perdarahan yang tidak teratur. Perdarahan dan spotting menurun secara progresif seiring setiap satu kali penyuntikan ulang sehingga setelah lima tahun, 80% pengguna menjadi amenorhea (Speroff, 2003:183). Tujuan : Mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik dengan kejadian amenorhea pada akseptor KB suntik DMPA di RB An-Nissa. Metode Penelitian : Obsevasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik Sampling menggunakan non probability sampling dengan jenis accidental sampling dengan jumlah sampel 98. Analisa data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Hasil Penelitian : Responden dengan lama pemakaian KB DMPA < 2 tahun, 28 responden (28,6%) tidak mengalami amenorhea dan 11 responden (11,2%) mengalami amenorhea dari total responden sebanyak 39 (39,8%). Responden dengan lama pemakaian KB DMPA ≥ 2 tahun, 10 responden (10,2%) tidak mengalami amenorhea dan 49 responden (50%) mengalami amenorhea dari total responden sebanyak 59 (60,2%) Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara lama pemakaian KB DMPA dengan kejadian amenorrhea dengan hasil nilai χ2 hitung (29,750) > χ2 tabel (3,841).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:54 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:54 |
| URI: | https:///id/eprint/6820 |
