Rio Alfredo Ginting, - and Maria Gratiana Dian Jatiningsih, - (2025) Analisis Lean Manufacturing Untuk Mengurangi Waste Pada Proses Produksi Kemeja Di CV X. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (489kB)
Abstrak_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (237kB)
BAB 1_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (254kB)
BAB 2_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
BAB 3_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (342kB)
BAB 4_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (763kB)
BAB 5_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (218kB)
Daftar Pustaka_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (86kB)
Lampiran_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Plagiarisme_212105016_Rio Alfredo Ginting_Teknik Industri.pdf
Download (7MB)
Abstract
Latar Belakang: CV X adalah perusahaan garmen dengan sistem make to order yang masih menghadapi berbagai bentuk pemborosan dalam produksi kemeja. Selama satu tahun tercatat 1.546 unit produk cacat (2,6%) dari 59.747 unit. Selain itu, waktu tunggu antar proses untuk menyelesaikan satu kemeja mencapai 124 detik, kebutuhan lembur 31–32 jam/bulan, peletakan alat bantu yang tidak ergonomis menyebabkan motion, serta adanya pemborosan transportasi karena layout produksi belum optimal. Kondisi ini menunjukkan aktivitas non-value added yang menurunkan efisiensi produksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemborosan, menganalisis akar penyebab, mengetahui besarnya nilai RPN, serta merumuskan rekomendasi perbaikan
untuk meminimalkan waste pada proses produksi kemeja di CV X.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan meliputi Waste Assessment Model (WAM) untuk mengukur proporsi setiap jenis pemborosan, Fishbone Diagram untuk menelusuri akar penyebab, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai risiko melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN).Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W+1H agar langkah yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara praktis.
Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan WAM, pemborosan yang teridentifikasi adalah defect sebesar 34,15%, diikuti oleh waiting sebesar 18,05%, transportation sebesar 14,67%, motion sebesar 11,11%, overproduction sebesar 7,79%, inventory sebesar 7,56%, dan process sebesar 6,68%. Hail FMEA menunjukkan total RPN sebesar 2.174, risiko tertinggi adalah gasket longgar dengan RPN 392, sedangkan risiko terendah adalah istilah dalam SOP terlalu teknis dengan RPN 100.
Kesimpulan: Penerapan Lean Manufacturing dengan metode WAM, Fishbone, FMEA, dan 5W+1H efektif mengidentifikasi pemborosan serta menentukan prioritas perbaikan. Rekomendasi yang dihasilkan berpotensi menekan cacat produk, mengurangi waktu tunggu, dan menurunkan lembur sehingga efisiensi produksi di CV X meningkat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Industrial Engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science, Computer, and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 04:10 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 04:10 |
| URI: | https:///id/eprint/6880 |
