Fahad Najmudin, - and Grita Supriyanto Dewi, - (2025) Perencanaan Ulang Jadwal Maintenance Untuk Minimasi Biaya Perawatan Gantry Jib Crane 2 Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) (Studi Kasus PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Panjang). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (342kB)
Abstrak_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (199kB)
BAB 1_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (240kB)
BAB 2_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
BAB 3_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (338kB)
BAB 4_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (858kB)
BAB 5_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (168kB)
DAFTAR PUSTAKA_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (173kB)
Lampiran_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212105027_Fahad Najmudin_Teknik Industri.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Panjang (PTP Nonpetikemas) mengalami permasalahan downtime tinggi pada alat berat Gantry Jib Crane 2 (GJC 2), dengan waktu downtime sebesar 2.882,53 atau setara dengan 32,88% dari total waktu operasi satu tahun. Hal ini menyebabkan keterlambatan aktivitas bongkar muat dan peningkatan biaya operasional.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antarfungsi komponen pada alat berat GJC 2 melalui pendekatan FBD, mengidentifikasi komponen kritis menggunakan FMEA, menetapkan interval waktu dan jenis tindakan perawatan yang tepat dengan pendekatan RCM, serta membandingkan biaya perawatan sebelum dan sesudah menggunakan metode RCM.
Metode Penelitian: Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan RCM, diawali dengan identifikasi komponen GJC 2, analisis FMEA, pengukuran TTF dan TTR, Uji Goodness of Fit, perhitungan MTTF dan MTTR, pemilihan tindakan perawatan, dan dilakukan analisis biaya perawatan menggunakan perbandingan Cf dan CP.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penerapan RCM berhasil mengidentifikasi empat komponen kritis, yaitu: motor gantry, drive, PLC, wire rope. Interval perawatan dihitung berdasarkan distribusi statistik masing-masing komponen.
Tindakan perawatan TD diterapkan pada komponen motor gantry dan wire rope, sedangkan CD digunakan pada drive dan FF pada PLC. Biaya perawatan setelah penerapan RCM mengalami peningkatan pada perhitungan biaya perawatan. Namun biaya yang dikeluarkan hanya pada perawatan alat berat tidak mencakup ke biaya lain. Karena pada penerapan metode RCM, alat berat akan mengalami pengurangan breakdown yang akan menyebabkan terhentinya kegiatan bongkar muat barang.
Kesimpulan: Penerapan metode RCM pada alat berat GJC 2 efektif dalam meninimasi downtime. RCM mampu mengoptimalkan jadwal perawatan melalui identifikasi komponen kritis, pemilihan tindakan yang tepat, serta penentuan interval perawatan yang optimal. Oleh sebab itu, RCM dapat dijadikan strategi perawatan jangka panjang untuk alat berat lainnya di PTP Nonpetikemas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Industrial Engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science, Computer, and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:28 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:28 |
| URI: | https:///id/eprint/6895 |
