HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009

Alfiyanti Yusman, - (2012) HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009. Kebidanan, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Alfiati Yusman_1307063_nonfull.pdf

Download (181kB) | Preview
[img] Text
Alfiati Yusman_1307063_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (311kB)

Abstract

Latar Belakang : Kejadian abortus di Indonesia setiap tahun tejadi 2 juta kasus. Ini artinya terdapat 43 kasus abortus per 100 kelahiran hidup. Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada ibu (Wiknjosastro, 2002). Faktor penyebab terjadinya abortus yaitu paritas karena semakin banyaknya paritas maka resiko abortus semakin tinggi, penyakit ibu seperti infeksi, anemia, dan penyakit menahun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan (Cuningham, 1995). Sedangkan menurut Rochjati (2003), umur ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun merupakan salah satu kriteria kehamilan resiko tinggi yang bisa menyebabkan abortus. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus spontan di RSUD Sleman Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain metode survey analitik. Survey analitik adalah penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena ini bisa tejadi kemudian melakukan analisis korelasi antara faktor risiko dan faktor efek sedangkan pendekatan waktu yang digunakan adalah pendekatan retrospektif, yaitu pengumpulan data yang dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi, kemudian efek tersebut ditelusuri penyebabnya atau variabel-variabel yang mempengaruhi akibat tersebut (Noto atmodjo, 2005). Hasil penelitian :Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usia reproduksi terbanyak di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2009 adalah yang berumur diatas 35 tahun yaitu sebanyak 55 orang (47,8%) sedangkan yang paling sedikit berumur < 20 tahun yaitu 7 orang (6,1%). Kejadian Abortus spontan terbanyak dengan usia > 35 tahun sebanyak 49 orang (42,6%) sedangkan yang paling sedikit mengalami abortus spontan dengan usia < 20 tahun sebanyak 5 orang (4,3,%). Dibutikan dari hasil analisis uji chi square, diperoleh nilai signifikansi 0,198 (p>0,05), nilai  2 hitung sebesar 3,235 dengan nilai  2 tabel untuk (p<0,05) adalah sebesar 5,991. Kesimpulan: Tidak ada hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus spontan di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2009. Saran: Bagi ibu, supaya meningkatkan pengetahuannya tentang faktor penyebab terjadinya abortus pada usia reproduksi sehingga dapat mengurangi terjadi abortus misalnya selama hamil menjaga kesehatan, konsumsi makanan yang sehat dan mengurangi aktivitas yang berlebihan saat bekerja.

Item Type: Other
Additional Information: Dosen Pembimbing 1: Tri Sunarsih, S.SiT Dosen Pembimbing 2: Ikawati, S.SiT
Uncontrolled Keywords: Abortus spontan dan usia ibu hamil.
Subjects: B Kebidanan (klasifikasi berdasar topik peminatan) > BK Kehamilan
Divisions: Fakultas Kesehatan > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 13 Nov 2017 03:27
Last Modified: 13 Nov 2017 03:27
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/1136

Actions (login required)

View Item View Item