Sri Lestari, - and Maria H. Bakri, - (2012) GAMBARAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG STRESSOR BEBAN KERJA SELAMA BEKERJA DI BANGSAL PERINATOLOGI RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogykarta.
_Halaman Judul.pdf
Download (626kB)
_Intisari.pdf
Download (255kB)
_BAB I.pdf
Download (194kB)
_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (343kB)
_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
_BAB IV.pdf
Download (203kB)
_BAB V.pdf
Download (96kB)
_Daftar Pustaka.pdf
Download (103kB)
_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Stres telah dikenal selama 20 abad dan dipandang sebagai interaksi yang kompleks dan dinamis antar individu dan lingkungan kerja mereka. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan stres sering disebut stressors. Perawat banyak mendapatkan stressor dari lingkungan kerjanya yaitu rumah sakit. Ruang Perinatologi RSUD Wates merupakan salah satu ruang rawat inap yang disediakan khusus untuk pasien bayi lahir 0-28 hari. Rumah sakit dapat meminimalisasi dampak dari stres kerja dengan memberikan perhatian khusus pada pemicu stres atau stressor. Tujuan: Mengetahui gambaran persepsi perawat tentang stressor beban kerja di Bangsal Perinatologi RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Metode: Desain dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif/ simpel kualitatif dengan wawancara kepada informan. Penelitian dilakukan dari bulan juni sampai juli 2012. Sampel penelitian adalah perawat yang bekerja di bangsal perinatologi yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara.
Hasil: Gambaran persepsi perawat tentang stressor beban kerja di bangsal perinatologi sebagian besar informan menyatakan berat karena kurangnya tenaga kesehatan (perawat/ bidan) dan banyaknya pasien yang harus dirawat serta pekerjaan diluar bangsal perinatologi (ruang OK dan VK). Beban kerja berpengaruh terhadap kondisi fisik karena pasien banyak, tenaga kurang, dan jenis kelamin perawat di bangsal perinatologi yang semua adalah perempuan. Terdapat perbedaan antar ketiga shift kerja, dengan shift kerja malam hari lebih berat. Tenaga kesehatan di bangsal perinatologi kurang dibandingkan dengan jumlah pasien dan tidak ada waktu khusus untuk istirahat saat bekerja.
Kesimpulan: Gambaran persepsi perawat tentang stressor beban kerja di bangsal perinatologi dari segi beban kerja berat, beban kerja berpengaruh terhadap kondisi fisik, Shift kerja malam hari lebih berat, tenaga kesehatan kurang (perawat/ bidan) dan tidak ada waktu khusus untuk istirahat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stres kerja, Stressor, Perawat, Beban Kerja |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:07 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:07 |
| URI: | https:///id/eprint/4343 |
