I Made Yase Sanjaya, - and Atik Badi'ah, - (2012) PENGARUH STATUS GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD WATES TAHUN 2012. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogykarta.
_Halaman Judul.pdf
Download (611kB)
_Intisari.pdf
Download (92kB)
_BAB I.pdf
Download (245kB)
_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (440kB)
_BAB IV.pdf
Download (216kB)
_BAB V.pdf
Download (88kB)
_Daftar Pustaka.pdf
Download (269kB)
_Halaman Judul.pdf
Download (611kB)
_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang : Tumbuh kembang janin intrauteri dipengaruhi oleh faktor janin, faktor plasenta dan faktor maternal, salah satu yang termasuk faktor maternal adalah status gizi ibu selama hamil. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 25% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mamae), volume darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Pada penelitian sebelumnya telah banyak dibahas mengenai hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR), namun masih sedikit yang membahas mengenai pengaruhnya. BBLR merupakan salah satu cermin kesehatan nasional suatu negara dan merupakan masalah yang serius, karena mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian bayi serta kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang membahas mengenai pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian BBLR. Tujuan Penelitian : Diketahuinya pengaruh status gizi ibu selama hamil terhadap kejadian BBLR.
Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik, dengan desain penelitian case control. Jumlah sampel yang digunakan adalah 54 responden dari RSUD Wates. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Chi-square dan mencari nilai Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil: Ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR didominasi oleh ibu yang selama kehamilannya menderita KEK (55,56%), sedangkan ibu yang melahirkan bayi dengan BBLC cenderung tidak menderita KEK selama kehamilannya atau NON KEK (74%). Ada hubungan dan pengaruh yang bermakna antara status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Wates (p-value = 0,027 OR = 3,571, CI=95%).
Kesimpulan: Status gizi ibu selama hamil memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR, dan ibu yang menderita KEK selama kehamilannya memiliki resiko 3,571 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang NON KEK.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Status gizi ibu hamil, KEK, BBLR. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:00 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:00 |
| URI: | https:///id/eprint/4348 |
