Prisila Ratu Balqis, - and Yuli Astuti, - (2025) GAMBARAN POLA MAKAN DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA CALON PENDONOR DARAH SUKARELA DI PMI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2025. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221206027_PRISILA RATU BALQIS TBD.pdf
Download (962kB)
Abstrak_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (206kB)
BAB I_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (283kB)
BAB II_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
BAB III_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (336kB)
BAB IV_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (256kB)
BAB V_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (177kB)
Daftar Pustaka_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (217kB)
Lampiran_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_221206017_PRISILA RATU BALQIS _TBD.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar belakang: Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi. Salah satu faktor utama yang menentukan kelayakan calon pendonor adalah kadar hemoglobin yang dipengaruhi oleh pola makan.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan dan kadar hemoglobin pada calon pendonor darah sukarela di PMI Kabupaten Bantul tahun 2025.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 91 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan pengukuran kadar hemoglobin dengan alat Hb checker.
Hasil penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa (69,2%) dan berjenis kelamin laki-laki (68,1%). Pola makan mayoritas responden berada pada kategori cukup (50,5%), diikuti oleh kategori baik (28,6%) dan kurang (20,9%). Sedangkan kadar hemoglobin sebagian besar berada pada kategori normal (76,9%), anemia (20,9%), dan tinggi (2,2%).
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar calon pendonor memiliki kadar hemoglobin yang normal, terdapat sebagian yang mengalami anemia yang kemungkinan dipengaruhi oleh pola makan yang kurang optimal. Oleh karena itu, edukasi gizi yang berkelanjutan sangat penting untuk mendukung kesiapan calon pendonor darah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pola Makan, Kadar Hemoglobin, pendonor sukarela, PMI Bantul |
| Subjects: | R Medicine > RB Blood Bank Technology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 02:54 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 02:54 |
| URI: | https:///id/eprint/4404 |
