Sicilia, - and Reni Merta Kusuma, - (2014) PENILAIAN STATUS GIZI SISWI KELAS X DAN XI DI SMAN 1 DEPOK, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA TAHUN 2014. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Download (494kB)
Abstrak_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Download (99kB)
BAB I_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Download (115kB)
BAB II_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
BAB III_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
BAB IV_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Download (128kB)
BAB V_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Download (97kB)
Daftar Pustaka_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
Lampiran_1311122_Sicilia_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Kelompok remaja khususnya remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami permasalahan kurang gizi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK). Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik status gizi berdasarkan umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang). Pengukuran menggunakan alat timbangan digital, mikrotoise, dan pita LiLA. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 250 orang remaja putri. Analisis data secara deskriptif kuantitatif untuk variabel dengan skala numerik/kontinu (rasio dan interval) dengan program SPSS 16 for Windows. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja putri berusia antara 14–18 tahun dan rata-rata berusia 16 tahun. Rerata BB siswi 50.58 Kg, rerata TB siswi 155.65 cm, dan rerata ukuran LiLA siswi adalah 24.9 cm yang seluruhnya termasuk normal. Hasil pengukuran IMT menunjukkan rerata IMT siswi adalah 20.9 Kg/m2, namun 10% siswi masuk kategori kurus dengan kekurangan BB tingkat berat (KEK berat), dan 7.2% siswi berada dalam kategori gemuk dengan kelebihan BB tingkat berat (obesitas). Pola makan yang tidak seimbang pada remaja menyebabkan rentan terjadinya masalah BB seperti KEK dan obesitas. Pengukuran status gizi dengan LiLA menunjukkan 33.6% siswi beresiko mengalami KEK dan kemungkinan melahirkan dengan BBLR. Kesimpulan: Masih ada siswi yang mengalami permasalahan keadaan gizi seperti kurus dengan kekurangan BB tingkat berat dan gemuk dengan kelebihan BB tingkat berat. Hasil pengukuran LiLA menunjukkan 33.6% remaja beresiko mengalami KEK kemungkinan melahirkan dengan BBLR.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Status gizi, IMT, LiLA, KEK |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 04:42 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 04:42 |
| URI: | https:///id/eprint/4680 |
