Wulan Okta Reza, - and Novia Ariani Dewi, - (2025) Perbandingan Efektivitas ARB dengan CCB Terhadap Luaran Klinik Pasien Hipertensi di RSUD Sleman Yogyakarta. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (496kB)
Abstrak_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (169kB)
Bab 1_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (245kB)
Bab 2_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
Bab 3_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (270kB)
Bab 4_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (293kB)
Bab 5_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (130kB)
Daftar Pustaka_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (191kB)
Lampiran_212205111_WulanOktaReza.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212205111_Wulan Okta Reza_Farmasi.pdf
Download (570kB)
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama komplikasi kardiovaskular. ARB dan CCB direkomendasikan sebagai terapi lini pertama, namun perbandingan efektivitas keduanya terhadap luaran klinik masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas monoterapi ARB dan CCB.
Tujuan Penelitian: untuk membandingkan efektivitas ARB dengan CCB terhadap luaran klinik berupa pencapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan data rekam medis pasien hipertensi periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Sampel sebanyak
208 pasien, terdiri dari 105 pasien dengan terapi ARB dan 103 pasien dengan terapi CCB. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menilai distribusi data, dan uji Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan efektivitas kedua kelompok terhadap ketercapaian tekanan darah.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pasien hipertensi yang didominasi oleh pasien dengan jenis kelamin perempuan (53,8%), kelompok usia ≥60 tahun (60,6%) dan mayoritas memiliki komorbiditas (72,1%). Penggunaan antihipertensi paling banyak pada golongan ARB adalah candesartan (76,2%) dan golongan CCB adalah amlodipin (91,3%). Pasien yang mendapatkan terapi ARB mayoritas memiliki luaran klinis yang tercapai (89,5%) dan yang mendapatkan terapi CCB juga mayoritas pasien berada dalam kategori tercapai (88,3%).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan antihipertensi ARB dengan CCB dalam memperbaiki luaran klinik pasien hipertensi di RSUD Sleman Yogyakarta (p>0,05).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 08:51 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 08:51 |
| URI: | https:///id/eprint/4832 |
