Puji Pangestu, - and Ike Wuri Winahyu Sari, - (2025) Pengaruh Pemberian Aromaterapi Inhalasi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (286kB)
Abstrak_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (247kB)
BAB I_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (121kB)
BAB II_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
BAB III_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (650kB)
BAB IV_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (219kB)
BAB V_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (225kB)
BAB VI_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (80kB)
Daftar Pustaka_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (124kB)
Lampiran_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
Plagiarisme_233203022_Puji Pangestu_Prodi Ners.pdf
Download (252kB)
Abstract
Latar Belakang: Chronic Kidney Desease (CKD) atau yang dikenal dengan gagal ginjal kronik adalah kelainan fungsional pada ginjal yang berlangsung selama 3 bulan
atau lebih, kelainan fungsional yang dapat dideteksi dengan melalui pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan albuminuria, sedimen urin dan kelainan elektrolit akibat ginjal, selain pemeriksaan laboratorium ada juga pemeriksaan histologi atau riwayat transpalasi ginjal, gangguan fungsi ginjal dengan laju filtrasi glomelurus (LFG) <60 ml/menit/1,73 m2. Metode penunjang yang paling sering untuk penyakit gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Akan tetapi pasien yang menjalani hemodialisis ini terdapat permasalahan fisiologis dan psikologis, salah satu permasalahan psikologis pada pasien hemodialisis yaitu kecemasan. Cara untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obatan, sedangkan untuk terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu terapi komplamenter Complamentary and Alternative Medicine
(CAM) yang dapat menurunkan kecemasan yaitu aromaterapi inhalasi lavender.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya penurunan kecemasan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa dengan intervensi pemberian aromaterapi inhalasi lavender.
Metode: Case Study ini menggunakan rancangan pretest dan postest. Sampel dalam case study ini berjumlah 1 orang pasien dengan diagnosa CKD yang menjalani hemodialisa dan diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi. Case study ini dilakukan dengan sesuai prosedur selama 3 hari dengan durasi selama 30 menit, yaitu pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuisioner Zsas sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian aroma terapi inhalasi lavender.
Hasil: Tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi pemberian aromaterapi inhalasi lavender menggunakan kuisioner Zsas adalah 49 (kecemasan sedang), sedangkan setelah dilakukan intervensi pemberian aromaterapi inhalasi lavender selama 3 hari tingkat kecemasan pasien yaitu 38 (kecemasan ringan)
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi inhalasi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 08:14 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 08:14 |
| URI: | https:///id/eprint/4958 |
