Uswatun Khasanah, - and Lily Yulaikhah, - (2025) PERBEDAAN PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI DENGAN CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA SISWI KELAS XI SMA N I GAMPING. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (649kB)
Abstrak_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (271kB)
Bab 1_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (309kB)
Bab 2_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (392kB)
Bab 3_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (411kB)
Bab 4_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (363kB)
Bab 5_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (175kB)
Daftar Pustaka_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (256kB)
Lampiran_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1) .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Plagiarisme_212207059_Uswatun Khasanah_Kebidanan (S-1).pdf
Download (7MB)
Abstract
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua di Indonesia. Deteksi dini seperti SADARI penting dilakukan, namun masih banyak remaja yang belum mengetahui hal ini. Studi pendahuluan di SMA N 1 Gamping menunjukkan sebagian besar siswi belum memahami SADARI, sehingga diperlukan edukasi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pendidikan kesehatan metode demonstrasi dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan tentang SADARI pada siswi kelas XI SMA Negeri 1 Gamping. Gamping
Metode: Metoded penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan pre and post-test control group desain. Jumlah sampel sebanyak 74 responden, terbagi menjadi dua kelompok yaitu 37 responden kelompok intervensi dan 37 responden kelompok kontrol. Teknik probability sampling dengan proportionate stratifies random sampling
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, baik metode demonstrasi dan ceramah terbukti signifikansi meningkatkan pengetahuan siswi setelah pendidikan kesehatan, dengan nilai p-value 0,000. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney, diperoleh nilai p-value 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas metode demonstrasi dan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan SADARI.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode pendidikan kesehatan sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Namun, metode demonstrasi terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan SADARI pada siswi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 28 Jun 2026 16:20 |
| Last Modified: | 28 Jun 2026 16:20 |
| URI: | https:///id/eprint/5090 |
