Astrit Novitaningsih, - and Ratih Kumorojati, - (2025) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS GAMPING I. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Abstrak_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (195kB)
Judul_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (507kB)
Abstrak_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (195kB)
Bab 1_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (259kB)
Bab 2_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
Bab 3_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (348kB)
Bab 4_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (400kB)
Bab 5_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (227kB)
Daftar Pustaka_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (210kB)
Lampiran_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212207009_Astrit Novitaningsih_S1 Kebidanan.pdf
Download (7MB)
Abstract
Latar Belakang: Sebelum atau selama waktu menstruasi, banyak wanita mengalami rasa sakit yang dikenal secara medis sebagai dismenore. Di Indonesia angka kejadian dismenore tercatat sebesar 107.673 jiwa (64,25%) yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) dismenore sekunder. Dismenore kerap menjadi gejala klinis dari berbagai gangguan, termasuk endometriosis, adenomiosis, mioma pada uterus, penyakit radang panggul (PID), maupun kelainan reproduksi lain seperti infertilitas. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian dismenore adalah status gizi, yang dapat diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kejadian dismenore pada WUS di Puskesmas Gamping I.
Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 responden WUS yang dipilih secara accidental sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan, sedangkan kejadian dismenore diukur menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale. Analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman-rho.
Hasil: Hasil uji Spearman-rho menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,000 dengan arah positif, artinya semakin tinggi atau rendah IMT di luar kategori normal, semakin berat tingkat dismenore.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kejadian dismenore pada WUS di Puskesmas Gamping I.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indeks Massa Tubuh, Kejadian Dismenore, Wanita Usia Subur |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 28 Jun 2026 21:41 |
| Last Modified: | 28 Jun 2026 21:41 |
| URI: | https:///id/eprint/5105 |
