Karolina Kurnia, - and Ratna Prahesti, - (2013) TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS MOYUDAN, SLEMAN YOGYAKARTA 2013. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Download (1MB)
Abstrak_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Download (88kB)
Bab 1_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Download (150kB)
Bab 2_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (297kB)
Bab 3_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
Bab 4_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Download (188kB)
Bab 5_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Download (132kB)
Daftar Pustaka_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
Lampiran_1310209_Karolina Kurnia_D3Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Istirahat tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, yang bertujuan untuk memperbaiki tubuh dan fungsinya serta untuk mempertahankan kesehatan. Istirahat dan tidur yang memuaskan bagi ibu yang baru melahirkan merupakan masalah yang sangat penting sekalipun tidak mudah dicapai. Kebahagiaan setelah melahirkan membuat sulit istirahat. Tujuan : Diketahuinya faktor-faktor yang menyebabkan gangguan pemenuhan istirahat tidur pada ibu nifas di RSUD Wates Kulonprogo. Metode : Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, teknik sampling quota sampling, dengan jumlah 54 responden. Hasil :Dari faktor nyeri perineum sebagian besar ibu nifas mengalami nyeri ringan yaitu 53 ( 98,1%), dari faktor nyeri payudara sebagian besar ibu nifas mengalami nyeri payudara ringan yaitu 53 (98,1%), dari faktor nyeri punggung yaitu sebagian besar ibu mengalami nyeri punggung ringan yaitu 3 ( 94,4%). Dari faktor kecemasan yaitu sebagian besar ibu tidak mengalami kecemasan yaitu 31 (57,4%), dari faktor frekuensi menyusui yaitu sebagian besar ibu menyusui bayinya cukup yaitu 34 (63,3%), dan dari faktor kondisi lingkungan rumah sakit yaitu sebagian besar ibu merasa terganggu dengan kondisi lingkungan rumah sakit yaitu 41 (75,9%). Kesimpulan : Keempat faktor yaitu nyeri nifas, kecemasan, frekuensi menyusui, dan kondisi lingkungan rumah sakit menyebabkan kebutuhan istirahat tidur ibu terganggu oleh karena itu di sarankan kepada petugas kesehatan khususnya bangsal Kenanga RSUD Wates Kulonprogo agar sedapat mungkin mengajarkan cara mengatasi nyeri, kecemasan, mengajarkan tehnik menyusui yang benar serta menciptakan lingkungan RS yang aman dan nyaman.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kebutuhan tidur, ibu Nifas |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 04:09 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 04:09 |
| URI: | https:///id/eprint/5145 |
