Dea Yunita Nur Fatima, - and Putri Pusvitasari, - (2025) HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN DI TENGAH ADANYA TREN “MARRIAGE IS SCARY” PADA DEWASA AWAL. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (691kB)
Abstrak_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (204kB)
Bab 1_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (395kB)
Bab 2_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
Bab 3_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (261kB)
Bab 4_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (346kB)
Bab 5_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (129kB)
Daftar Pustaka_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (200kB)
Lampiran_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_212303032_Dea Yunita Nur Fatima_Psikologi.pdf
Download (8MB)
Abstract
Latar Belakang: Fenomena “marriage is scary” yang marak di media sosial telah membentuk persepsi negatif terhadap pernikahan, terutama pada individu dewasa awal yang sedang berada dalam fase penting untuk mengambil keputusan besar dalam hidup. Kecemasan menghadapi pernikahan kerap muncul karena paparan konten negatif, pengalaman masa lalu, atau kurangnya kesiapan emosional.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kecemasan menghadapi pernikahan pada individu dewasa awal yang terpengaruh oleh tren “marriage is scary”.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan subjek penelitian dewasa awal berusia 25–40 tahun yang aktif di media sosial dan mengetahui atau terlibat dalam tren "marriage is scary". Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kematangan emosi yang disusun berdasarkan teori Walgito (2003), dan skala kecemasan berdasarkan teori Taylor (1953). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment.
Hasil Penelitian: Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,379 dengan nilai signifikansi p=0,000 (p <0,01). Selain itu, hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa kematangan emosi memberikan kontribusi sebesar 12,1% terhadap kecemasan, sedangkan sisanya sebesar 87,9%, dipengaruhi oleh faktor lain.
Kesimpulan: Sehingga, dalam penelitian ini terdapat hubungan negatif antara kematangan emosi terhadap kecemasan menghadapi pernikahan, dengan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kematangan Emosi, Kecemasan Menghadapi Pernikahan, Dewasa Awal, Marriage Is Scary. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:24 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:24 |
| URI: | https:///id/eprint/5800 |
