M. Abi Yazid Burhani, - and Ibnu Abdul Rosid, - (2025) Analisis Kualitas Pengukuran Produk Pressure Plate Clutch Tipe 64020 Menggunakan Metode Gage R&R Dan FMEA Untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran (Studi Kasus : PT SAS Nakayama). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (562kB)
ABSTRAK_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (126kB)
BAB 1_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (194kB)
BAB 2_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (414kB)
BAB 3_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (188kB)
BAB 4_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (1MB)
BAB 5_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (98kB)
DAFTAR PUSTAKA_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (153kB)
LAMPIRAN_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
PLAGIARISME_212105011_M ABI YAZID BURHANI_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: PT SAS Nakayama adalah produsen komponen otomotif di Indonesia yang memproduksi berbagai macam suku cadang OEM. Perusahaan ini beroperasi menggunakan sistem
MTO dan MTS, dengan fokus pada produksi massal. Studi ini meneliti kualitas pengukuran produk PP - 64020, pada masalah dimensi yang dapat menyebabkan kesulitan perakitan. Analisis
menggunakan MSA dengan metode Gage R&R dan FMEA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pengukuran dan mengurangi cacat dimensi dalam proses produksi, secara khusus berfokus pada dimensi ketinggian PP - 64020.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kelayakan kualitas pengukuran, menganalisis faktor variasi pengukuran dari manusia atau alat ukur, dan memberikan langkah perbaikan bagi perusahaan untuk mencegah cacat dimensi dan kegagalan sistem pengukuran.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan MSA dengan metode perhitungan memakai Gage R&R untuk mengetahui kelayakan sistem pengukuran dan faktor permasalahan dari
manusia atau alat ukur. Selanjutnya, melakukan pilot study dari hasil wawancara untuk menggali lebih dalam tentang faktor kegagalan sistem pengukuran dan divalidasi dengan instrumen penelitian uji CVI. Tahap analisis faktor kegagalan sistem pengukuran dan rekomendasi perbaikan
menggunakan metode FMEA.
Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengukuran ketinggian PP–64020 yang diuji oleh tiga QC dan tiga QG dinyatakan tidak layak berdasarkan analisis MSA, dengan nilai %GRR melebihi 30% dan NDC di bawah 5. Variasi pengukuran lebih dominan dipengaruhi oleh faktor pengukur. Melalui metode FMEA, diidentifikasi tiga prioritas utama perbaikan berkelanjutan, yaitu sistem pencahayaan yang buruk (RPN 126), ketidaktahuan prosedur kalibrasi (RPN 120), serta teknik pengukuran yang tidak seragam dan penurunan ketelitian akibat stres kerja (RPN 96). Dengan demikian, sistem pengukuran dinyatakan tidak layak akibat pengaruh
signifikan dari faktor pengukur, dan diperlukan perbaikan melalui peningkatan pencahayaan, pelatihan kalibrasi, serta standarisasi teknik pengukuran dan manajemen stres kerja.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Industrial Engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science, Computer, and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 04:19 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 04:19 |
| URI: | https:///id/eprint/6873 |
