Siti Rahmawati, - and Ika Fitria Ayuningtyas, - (2025) ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. U UMUR 29 TAHUN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK DI PUSKESMAS PLERET BANTUL YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (474kB)
Abstrak_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (7kB)
Bab 1_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (100kB)
Bab 2_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
Bab 3_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (137kB)
Bab 4_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (126kB)
Bab 5_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (30kB)
Daftar Pustaka_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (152kB)
Lampiran_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (862kB)
Plagiarisme_221202001_Siti Rahmawati_D3 Kebidanan.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengalami penurunan signifikan, namun Kekurangan Energi Kronik (KEK) tetap menjadi faktor risiko utama bagi ibu hamil, menyebabkan anemia, perdarahan saat persalinan, hingga kematian ibu dan bayi. KEK juga berkontribusi terhadap kelahiran prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan stunting. Berdasarkan data rekam medis ANC di
Puskesmas Pleret, KEK menempati urutan kedua sebagai kondisi patologis ibu hamil setelah preeklamsia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan kepada Ny. U, ibu hamil primigravida dengan KEK, di Puskesmas Pleret, Bantul, Yogyakarta. Tujuan khusus meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, analisis masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan kebidanan.
Hasil: Dalam studi kasus ini, Ny. U, seorang ibu hamil berusia 29 tahun dengan status G1P0A0, mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada kunjungan pertama, tetapi setelah mendapatkan asuhan dan penatalaksanaan yang tepat di Puskesmas Pleret, Bantul, Yogyakarta, kondisi klinisnya menunjukkan perbaikan. Meskipun awalnya terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, seperti ketidaknyamanan akibat sering buang air kecil, evaluasi menunjukkan bahwa berat
badan ibu meningkat sebesar 10,6 kg dan Lingkar Lengan Atas (LILA) mencapai 23,5 cm, yang menandakan perbaikan status gizi. Tidak ada dampak negatif seperti bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau anemia, sehingga menunjukkan keberhasilan dalam penanganan KEK pada ibu hamil tersebut.
Kesimpulan: Dari asuhan kebidanan pada Ny. U di Puskesmas Pleret, Bantul, Yogyakarta menunjukkan bahwa semua aspek pengkajian, analisis, perencanaan, penatalaksanaan, dan evaluasi telah sesuai dengan standar pelayanan kebidanan untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan ketidaknyamanan kehamilan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 02:29 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 03:07 |
| URI: | https:///id/eprint/3904 |
