Cahyaningrum, - and Rosa Delima, - (2012) HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DUSUN BUNDER III BANARAN GALUR KULON PROGO YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogykarta.
Cahyaningrum_3208094_Halaman Judul.pdf
Download (613kB)
Cahyaningrum_3208094_Intisari.pdf
Download (83kB)
Cahyaningrum_3208094_BAB I.pdf
Download (81kB)
Cahyaningrum_3208094_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (383kB)
Cahyaningrum_3208094_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
Cahyaningrum_3208094_BAB IV.pdf
Download (109kB)
Cahyaningrum_3208094_BAB V.pdf
Download (45kB)
Cahyaningrum_3208094_Daftar Pustaka.pdf
Download (63kB)
Cahyaningrum_3208094_Lampiran.pdf
Download (10MB)
Abstract
Latar belakang: Jumlah penduduk lansia di Indonesia yang semakin meningkat tidak diiringi dengan peningkatan kualitas hidup lansia di Indonesia. Gangguan pola komunikasi keluarga menjadi masalah utama pada lansia dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Proses penyampaian yang tidak efektif dapat menimbulkan kesenjangan dalam menerima informasi yang disampaikan. Hal ini mengakibatkan komunikasi lansia dengan keluarga menjadi berkurang. Pola komunikasi keluarga diharapkan dapat turut meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola komunikasi dengan kualitas hidup lansia di Dusun Bunder III, Banaran, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta. Metode: Penelitian non eksperimen dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2012 di Dusun Bunder III, Banaran, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara terpimpin kepada 46 responden lansia yang masuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi. Uji analitik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki pola komunikasi fungsional sebanyak 28 orang (60,9%) dan pola komunikasi disfungsional sebanyak 18 orang (39,1%). Sebagian besar lansia memiliki kualitas hidup fisik cukup sebanyak 22 orang (47,8%), psikologis baik sebanyak 22 orang (47,8%), hubungan sosial baik sebanyak 23 orang (50%) dan lingkungan baik sebanyak 22 orang (27,8%). Hasil uji Chi Square diperoleh x tabel, yaitu 14,001 > 5,591. Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,483 menunjukkan tingkat keeratan hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan kualitas hidup lansia adalah sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan kualitas hidup lansia di Dusun Bunder III, Banaran, Galur, Kulon Progo Yogyakarta.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lansia, pola komunikasi keluarga, kualitas hidup |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 25 Jul 2026 15:36 |
| Last Modified: | 25 Jul 2026 16:11 |
| URI: | https:///id/eprint/4362 |
