Galuh Charina Herianty, - and Dewi Retno Pamungkas, - (2013) PERBEDAAN TINGKAT STRES ORANG TUA USIA MUDA DENGAN USIA PERTENGAHAN YANG MEMILIKI ANAK SINDROM DOWN DI SLB BANTUL. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Galuh Charina Herianty_3209026_Halaman Judul.pdf
Download (229kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_Intisari.pdf
Download (100kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_BAB I.pdf
Download (227kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_BAB IV.pdf
Download (340kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_BAB V.pdf
Download (96kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_Daftar Pustaka.pdf
Download (216kB)
Galuh Charina Herianty_3209026_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang: Sindrom down atau yang sering disebut dengan trisomi 21 merupakan penyebab paling umum terjadinya Intellectual Dissability, dan kondisi yang berhubungan dengan berbagai anomali kongenital. Anak sindrom down memiliki tiga ciri yang khas yaitu IQ yang rendah, keterbelakangan secara fisik maupun mental dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Karakter dari anak sindrom down merupakan stresor bagi orangtua. Berdasarkan tahap perkembangan, stres pada individu dibedakan melalui perkembangan yaitu usia dewasa muda, pertengahan dan usia lanjut. Orangtua yang stres akan sulit menemukan solusi untuk anak sindrom down. Dampak dari hal tersebut, orangtua bersikap kasar dan tidak memenuhi kasih sayang yang dibutuhkan anak sindrom down. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan tingkat stres orang tua usia muda dengan usia pertengahan yang memiliki anak sindrom down di SLB Bantul. Metode Pendahuluan: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, dengan desain studi cross sectional. Instrument yang digunakan adalah Parental Stress Scale (PSS). Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh total populasi yang berjumlah 61 orangtua, 30 orangtua usia muda (20-40tahun) dan 31 orangtua usia pertengahan (>40-60 tahun). Analisis data menggunakan Uji T-test untuk menguji makna perbedaan dari dua kelompok dengan tingkat kemaknaan p< 0,05. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan antara tingkat stres orangtua usia muda dengan orangtua usia pertengahan yang memiliki anak sindrom down di SLB Bantul. Tingkat stres orangtua usia muda (M=35,80 SD= 8,04) dan usia pertengahan (M= 40,71, SD=10,49, t= -2,046 (df)= 59, p value = 0,045) (p< 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat stres orangtua usia muda dengan orangtua usia pertengahan yang memiliki anak sindrom down, dimana orangtua usia muda memiliki tingkat stres lebih rendah dibandingkan orang tua usia pertengahan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stres, orang tua usia muda dan orangtua usia pertengahan, sindrom down. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 26 Jul 2026 12:22 |
| Last Modified: | 26 Jul 2026 12:22 |
| URI: | https:///id/eprint/4578 |
