Fachrunnisa Nabila, - and Budi Rahayu, - (2025) PENGARUH KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN EFFLURAGE PADA IBU NIFAS TERHADAP BERAT BADAN BAYI. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (640kB)
Abstrak_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (29kB)
Bab1_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (60kB)
Bab2_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
Bab3_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (127kB)
Bab4_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (59kB)
Bab5_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (27kB)
Daftar Pustaka_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (162kB)
Lampira_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_222207127_Fachrunnisa Nabila_S1 Kebidanan.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu macam nutrisi yang kandungannya memenuhi semua hal kebutuhan pada bayi. WHO menyarankan pada usia bayi enam bulan pertama diberikan ASI eksklusif. Kecukupan ASI pada bayi dapat dinilai dari beberapa keadaan diantaranya penambahan berat badan bayi. Pijat oksitosin adalah metode pemijatan sepanjang tulang belakang mulai dari tulang rusuk ke-5 dan ke-6 hingga tulang belikat bermanfaat untuk mengeluarkan oksitosin. Pijat effleurage adalah teknik pijat gosokan lembut dengan menggunakan tekanan yang relatif ringan hingga kuat pada satu atau kedua telapak tangan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi pijat oksitosin dan effleurage pada ibu nifas terhadap berat badan bayi.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy experiment, desain pretest-posttest design group. Kelompok intervensi diberikan kombinasi pijat oksitosin dan effleurgae selama 3 hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun.
Hasil: Peningkatan rata-rata berat badan bayi pada kelompok intervensi sebesar 174,3750 gram dan pada kelompok kontrol sebesar 68,1250 gram. Hasil uji independent t test didapatkan nilai p-value (0,004) < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada berat badan bayi antara ibu yang diberikan kombinasi pijat oksitosin dan effleurage dan tidak diberikan intervensi apapun.
Saran: Ibu nifas dapat mempraktikkan kombinasi pijat oksitosin dan effleurage yang dapat dilakukan oleh suami atau anggota keluarga sebagai upaya peningkatan produksi ASI dan berat badan bayi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Berat Badan Bayi, Effleurage, Ibu Nifas, Oksitosin, Produksi ASI. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 14:56 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 14:56 |
| URI: | https:///id/eprint/5875 |
